and the story begins

Yak ! setelah proses yang panjang akhirnya gw memutuskan membuat blog. mendokumentasikan mozaik takdir yang tercecer sepanjang perjalanan.  terlalu banyak cerita, pengalaman & pergulatan gw selama berkelana mejelajah tak tentu arah selama ini yang belakangan gw fikir terlalu sayang jika hanya gw nikmati sendiri dalam ekstase sejenak dan amat susah untuk kemudian mere-callnya kembali dikemudian hari ketika gw ingin kembali mengenang dan ber refleksi.

Lewat blog, gw juga mau kembali belajar berbagi. berbagi kenikmatan yang gw rasakan dalan pengelananan. kenikmatan yang sangat jarang gw share dari “another side of me” ke orang lain. saling berbagi passion dan kenikmatan petualangan selama ini. karena perjalanan adalah cara sederhana mematangkan jiwa. seperti Muhammad dengan hijrah dan uzlahnya, Eropa dengan perang salibnya dan seorang Rizky dengan roda duanya. it’s about conquer myself.

manusia yang baik adalah manusia yang mengenal dirinya. agar ia tidak tersesat bahkan dalam ruang jiwanya. agar ia tahu diamana dia, kemana dia dan siapa sebenarnya dia. karena kita hanyalah sepersekian dari diri Nya. hamba fana yang tiada pantas menyebut dirinya barang sedikit sebagain “Aku” karena Tiada dzat selain Illah..

Sisi lain hidup gw selain yang biasanya terlihat. jalanan adalah stimulan terbaik gw untuk mencari pencerahan, refleksi, perenungan dan pemecahan terhadap segala permasalahan dan challange yang sedang gw hadapi. dalam riuh reduh roda yang berputar di jalan sensitifitas segala indra membuncah kekepekaannya yang terbaik. ruang jiwa terbuka dari unsur alam raya dan kehidupan sekitar. dalam putaran roda, adrenalin, angin semilir, teriknya matahari, teduhnya awan yang menggantung, hijaunya rerimbunan pepohonan, roma tanah segar di pagi hari, kalutnya perasaan di malam gelap pekat dan sendiri, bocah yang tertawa lepas, senyuman tulus, reaksi dan interaksi antar manusia yang tiada mengenal. berbincang, berseloroh, tertawa, saling curiga, berbagi dan berterimakasih semua bergerumul dan kilang kelindan menyertai tiap laju odometer yang terus bertambah..

 

 

pelangi dunia yang hanya bisa di rasakan. yang selalu gagal didapat dari tembok dingin netralitas para mereka yang hanya bungkam. melihat dunia dari balik mejanya. gw cuma ingin melihat, dengar dan rasakan seperti yang om eross ajarkan lewat lirik lagunya.

Kenapa sih harus roda dua ? just simple. gw mendapatkan sensasi berkelana terbaik dari balik kemudinya. angin yang selalu ready mengelitik kita setiap saat tanpa di minta. interaksi dengan semua mahluk juga tanpa sekat perasaan canggung dan herarkisme ala aristokrat yang membuat sesak. sepedah, motor atau aplah kendaraan beroda dua lainnya nyaris tanpa limitasi. kita bisa kemana aja dengannya. hanya tinggal sejauh mana kemauaan dan kegilaan kita yang mendorong kita terus menggerus jalan tapak demi tapak..

Semoga ini menjadi awal yang baik. mungkin blog ini akan banyak bercerita tentang apa yang gw rasakan di jalanan bareng Hanna Krupskaya, my sweety 🙂 kemanakita dan apa yang kita lihat dari balik kemudi. gw bukan orang yang luar biasa yang sakti mandraguna bermustika. gw hanya berusaha belajar membagi apa yang selama ini hanya sedikit..

So ? Let’s roll the engine !                                                                                                                                                                                 

Iklan
Categories: Pencilcase | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “and the story begins

  1. hanna krupskaya itu mesti motor lo kan ron hahahahahha…. dasar lo pacaran mulu sama motor lo ckckccc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: