Little East Java Part 4- End

Setelah puas dudukduduk menikmati angin semilir di puncak dan mengambil banyak pencerahan kita kembali turun untuk melanjutkan perjalanan pulang ke arah Malang.

Tadinya gw memutuskan udah aja langsung pulang lewat udara

Β 

Teringat Hanna, miro dan motornya akhirnya perjalanan lewat udara urung gw lakukakan. Perjalanan kita terusin lagi lewat darat setelah turun kembali ke kaki Gn. Bromo. Di sini kita berdua sebenernya agak bingung apakah sebenarnya jalan ke malang itu bener bisa atau hanya khayal kita belaka. Berhubung luasnya caldera yang terhampar di depan dan kita benerbener innocent dengan daerah ini kita nanya kepada seorang kusir+ guide yang berbaik hati menunjukkan arah kemana kita harus melaju untuk sampai ke kota malang.. padahal, rekan sejawat sesama kusir+guide udah memanasmanasi beliau untuk menjadi guide kami saja sampai ujung TN. entah si bapak memang baik atau dia tau kita enggak punya cukup duit untuk menyewa dia, dia menunjukkan arah dan patokan jalan dengan begitu detailnya. Semoga tuhan menambah rezeki si bapak kusir+guide itu..

Berbekal arahan si bapak yang mengatakan bahwa arah malang adalah memutari gunung ke arah utara, jadilah kita terus melaju menyusuri sisasisa jejak ban jeep yang tersisa

Foto sebentar di pure yang ada di deket Bromo. (lagilagi gw lupa namanya)

Kabut tebel banget waktu kita melaju pulang di caldera ini. untungnya gw bawa kompas yang cukup membantu mengarahkan kita terus kearah tujuan..

Imaji sebagai seorang ADV rider muncul terus di Bromo, perasaan gw udah enggak karuan rasanya. Seneng, degdegan, gemes, merdeka. Kalo gw bawa sepeda DH, trail atau tenere mungkin gw udah jumping dengan pose andalan anakanak ADV di caldera ini, hahaha

Setelah berjalan mengitari gunung sampailah kita di daerah savana yang luasnya juga enggak ada ujungnya.. subhanalloh, mata gw enggak kepentok bangunan apapun di sini. Benerbener plong !

Ruparupanya jalan ke malang yang di maksud si bapak adalah jalan yang melewati celah antara Gn. Bromo dengan Gn. Semeru. Yang tadinya padang yang luas terhampar mulai menjadi jalan setapak beralas lumpur dan bebatuan ketika kita udah mulai masuk ke tengah celah antara kedua gunung tersebut..

Inilah spot paling indah sepanjang perjalanan menurut gw. Di suatu tempat dalam perjalanan kearah semeru gw menemukan padang savana yang membawa gw terbang ke negri dongeng nirmala di majalah bobo.. demi tuhan, indah banget

Kita sempet bengong lama banget di sini. Mandangin savana yang luas. Menikmati sajian alam. Yang bikin iri, ada satu mobil jeep berhenti gelar tenda di tengah hamparan savananya. Masakmasak, nikmatin hidup. Heu.. someday kalo udah punya istri tempat ini juga gw masukin dalam list tempat yang harus kita datengin sebelum mati.

Perjalanan panjang dengan jalan offroad ini benerbener menguji endurance fisik gw. Bersyukur kita lewat sini masih pagi hari, jadi jalan masih terlihat jelas dan ada jeep yang sesekali lewat kalau terjadi trouble. Soalnya samasekali tidak ada penerangan atau marka jalan di sini. Dan ini di tengah gunung.

Setelah jalan sekitar tiga jam akhirnya gw sampe juga ke pintu masuk TN. Gn. Semeru di kabupaten Malang. (entah apa nama daerahnya, ada yang tau ?) dalam waktu selama itu jalan yang kami tempuh hanya kisaran 40 Km !

Tangan kanan gw mengalami accident, keseleo karena berjamjam harus berdiri dan menyeimbangkan berat Hanna yang luar biasa sambil memaikan tuas rem.. kita takearest sebentar di rest point di sekitaran pintu masuk Taman Nasional tersebut. Ngurut tangan gw yang keseleo.

Perjalanan ke kota malang kita lajutkan dengan pemandangan yang masih juga enggak habis indahnya. Perkebunan sayur mayur dan perkebunan apel malang benerbener memanjakan mata sepanjang perjalanan. Tidak bisa berheti gw bersyukur dan bersyukur melihat semuanya.

Sampai di kota malang masih siang hari. Dari sini perjalanan mulai terasa sesak karena uang di dompet gw tinggal Rp. 5.800.- yang di ATM juga habis. dengan berat hati gw minjem uang ke miro yang duitnya sangat terbatas juga. Hanna di kasi jatah minum hanya 7 liter untuk melanjutkan sisa perjalanan yang masih lebih dari 350 Km oleh miro.

Laa hawlawalaquwwata Illabillah.. kita langsung berangkat ke kota Batu.

Kami sampai di kota Batu tepat adzan ashar. Langsunglah kita menepi di masjid yang persis berada di pinggir alunalun kota batu yang lucu itu (lagilagi gw lupa nama masjidnya apa) kita istirahat cukup lama disini karena ternyata hujan. Miro memutuskan ke warnet di dekat situ. Gw memutuskan tidur untuk memulihkan stamina.

Inilah gambar terakhir yang berhasil gw abadikan sebelum akhirnya battry camera habis.

Adzan magrib gw bangun untk sholat magrib. Miro belum juga kelihatan. setelah sholat gw menunggu miro yang ternyata mandi di teras masjid untuk bersiap berangkat.

Adzan isya berkumandang, yang di tunggu tidak jua hadir keharibaan..

Gw bersiap sholat isya..

Lah, ternyata yang di tunggu terlihat mengulat em, baru bangun. Di pojokan masjid ! Gw yang daritadi nunggu diluar tanpa kepastian sedikit dongkol juga jadinya. hahaha dodol

Habis isya kita, miro sih. Memutuskan untuk nyari makan karena kita belum makan selepas dari pasuruan pagi tadi. Berhubung duit gw udah abis, gw manutmanut seneng aja πŸ˜€

Kita sempet mainmain di alunalun kota Batu yang lucu.. udaranya sejuk dan tamanya bersih. Banyak lampion gede dan bungabunga juga. sayang battry camera udah habis 

Beres makan, pukul 20.30 kami bersiap berangkat pulang. Sekali lagi kita night riding. Gw agak khawatir dengan kondisi miro dan motornya kalau night riding sebenernya. Dia bukan batman macam gw yang tahan riding malam sampai pagi, dan sering ngantuk di siang hari πŸ˜€ di tambah lagi penerangan motornya yang kurang.

Perjalanan kami lanjutkan dengan rute Batu – Pare – Kediri – Nganjuk – Caruban – Ngawi – Sragen – Solo – Klaten – Yogya

Dari kota Batu sampai Kediri perjalanan cukup di dominasi oleh pegunungan dan perbukitan. Kondisi jalan sangat sepi dan minim penerangan. Jalan yang berkelok dan minim marka serta garis jalan cukup menghambat perjalanan kami. Tidak ada yang special sepanjang perjalanan ini. kecuali gelap, sepi & dingin. Haya kepasrahan yang tersisa.

Sewaktu riding melewati daerah ngajuk ke caruban kita ketemu serombongan Bus Mercedes Benz Jetbus seri terbaru di perbukitan daerah itu. Nopolnya K ada lima seinget gw, berati mereka dari Quds, Kudus. Dijalanan yang turunan belokbelok manuver kelima bus ini lumayan jago. Gw yang motor kecil ngikut aja di belakang sambil perlahan men takeover posisi mereka di jalanan. Semua Jetbus berhasil kita susul karena pada saat itu kendaraan padat dan areanya pegunungan. Selepas pegunungan jalan mulai datar kembali dan gw kembali memacu Hanna konstan di 80 Kpj.

Tot tot tot, tibatiba raja terkahir rombongan Jetbus, bus paling depan. Sudah ada di belakang gw ! Ebuset, cepet amat. Yasudahlah dia gw kasi lewat karena miro tidak kelihatan di spion. Selang beberapa lama miro kembali terlihat dan gw mulai memacu motor untuk mendahului Jetbus baru ini.

80 Kpj.. Jetbus masih jauh di depan..

100 Kpj.. Jetbus masih jauh di depan..

110 Kpj.. Hanya angin Jetbus yang menghempas Gw & Hanna..

120 Kpj.. Jetbus mulai dapat diikuti ritmenya..

130 Kpj.. Jetbus mulai terikuti..

135 Kpj.. Hanna udah nge rev di 9500 Rpm dan gw nempel di belakang bumper Jetbus..

Gile bener ini Jetbus, entah berapa topspeed nya. untung sopirnya bawa dengan rapih dan tertib. Gw cuman bisa menyamai dan urung juga menyusul. Sedetik gw mengambil kanan untuk menyusul, melihat spion. Yang terlihat hanyalah lampu dari bus kedua. Miro gak keliatan. Akhirnya gw memutuskan untuk berhenti. Menunggu.

Cukup lama juga gw menunggu akhirnya miro datang dengan seruntulan. Langsung gw di omelin karena kalap mengikuti bus yang melaju ke arah Madiun. Padahal, harusnya kita belok di simpangan sebelumnya menuju Caruban ! Cukup jauh juga kita muter arah. Hehehe gaapa, yang penting merasakan sensasi balapan sama Jetbus baru !

Kita kembali memasuki hutan caruban yang sebelumnya juga kami lalui di malam hari, kali ini jalan lebih ramai dengan kecepatan kendaraan yang cukup tinggi. jalan beberapa saat gw di kejutkan dengan aroma harum yang tibatiba menusuk hidung. β€œah, perasaan gw doang” selang beberapa kilometer dari lokasi sebelumnya tibatiba sekali lagi ada bau harum yang menusuk hidung juga. Gw yang tadinya merasa itu hanya perasaan mulai tersadarkan. Aroma harum itu terus membaui gw hingga empat sampai lima kali sepanjang perjalanan di daerah itu. Langsung gw pegang jok belakang. Ternyata tidak ada yang nebeng. Lirik spion, gw berharap ada syahrini eh, ternyata enggak ada apaapa juga. Gw pasrah aja. Ini udah kali kesekian gw riding malam di godain jin.

Masih di hutan antara Caruban dengan Ngawi kita di toet toet brother pake Scorpio Z riding sendirian dengan kecepatan tinggi. gw mengikuti ritme miro. Ternyata enggak di kejar. Yasuda. Kembali kita di kejutkan dengan manuver ugalugalan bus cepat EKA dari belakang. Bus yang melaju kencang (kalah kencang dengan Jetbus sih) ini manuvernya sangat berbahaya dan arogan berpindah lajur seenaknya. Kami ikuti juga bus ini cukup lama sampai akhinya beberapa kali kami hampir kecelakaan karena manuvernya berbahaya. Kita menepi sejenak memasuki Nganjuk. Istirahat.

Di sini gw iseng naik motor miro. Gw baru sadar ternyata posisi riding pulsar walaupun rada bungkuk tidak semelelahkan naik megapro. Velg yang besar dan ban yang kecil juga otomatis sangat terasa ketika menghantam lobang. Wajar miro gampang kecapean ternyata.

Gw lepas jam tangan sejak keseleo di Bromo. Entah jam berapa ini. kita lanjut riding lagi sampai akhirnya berhenti di sebuah masjid daerah mantingan. Miro memutuskan istirahat di situ sampai subuh yang tinggal beberapa jam lagi. Tanpa unloading barang kita langsung tidur di teras masjid. Sholat subuh. gw lanjut tidurtidur ayam. Sayup sayup gw denger seorang jamaah cowo lagi tilawah di samping gw. Merdu dan jerniiih banget suaranya. Gw sampe mau nangis dengernya.. subuh hari, suara orang baca quran, gw yang kelelahan..

karena perjalanan kehidupan tiada berhenti..

Ia bergerak dari satu kegelisahan ke kegelisahan yang lain..

Dari satu pertanyaan ke pertanyaan yang lain..

Menemukan recik pencerahan di tengah muramnya hati yang tertutup wahm wahm keinginan dan syahwat dunia yang mengajak bercengkrama dengan mesra..

Menawarkan mataair kebahagiaan dan kelezatan sesaat dalam indahnya..

Semoga ada hidayah yang tersampaikan dari indahnya suara emasemas yang tilawah itu..

Pagi menjelang kita baru sadar ternyata kita berada di masjid β€œPESANTREN GONTOR PUTRI 3” hedeh, adada aja dah. Jauhjauh riding nyusruknya ke pondok lagi.. santriwati yang pagi itu lagi pada bebersih halaman cukup aneh juga melihat kehadiran kami yang bermotor dan perlengkapan kumel parkir persis di pinggir masjid. Sayang masih pada SMP. Hehehehehe,

Dari sini kami lanjut riding pulang, santai saja karena badan dan hati sudah gak karuan rasanya. Bensin yang tinggal sedikit Alhamdulillah kembali di jajanin sama miro di Solo. Perjalanan ke Yogya selanjutnya berjalan lancar,

Alhamdulillah.. Allah kembali menyelamatkan hambanya yang bersabar dalam berjuang mencari dan menemukan diri Nya..

Entah mengapa selepas perjalanan ini saya kangen Ibunda & Mursyid. Kangen sekali 

Iklan
Categories: Long Trip | 5 Komentar

Navigasi pos

5 thoughts on “Little East Java Part 4- End

  1. gue ngakak ngakak baca yang ini ron ! banyak istighfar juga sih gara gara baca imajinasi-imajinasi lo yang “agak” ngaco hahahahha… cuma mau ngingeti itu yang ada lampion2nya namanya BATU NIGHT SQUARE gue udah pernah kesna jg soalnya. Dan yang makin ngakak lagi itu kenapa lo ampe nyasar ke GONTOR PUTRI ??? sengaja lo? ckckckckckc…. anak muda jaman sekarang. etlis, demen banget nih ama perjalanan lo, seru banget ampe digodain jin segala gyahahahahahahha…

  2. akibdg

    saya sangat suka rr ini…mantab…:D

  3. rooooni udah lama ga ketemu kita padahal satu kota. kangen euy, untung ada update-an blog dari email. tour reportnya keren masdab. btw dari bromo ke malang lewat desa kecil di taman nasional bromot tengger semeru khan? namanya Ngadas, dulu gw KKN dsana 2bulanan, sempet motorcrossan juga d padang pasir bromo. btw kapan touring selanjutnya, kalo boleh ikut dong πŸ˜›

    • Hehe iye al, long time no see.. lo udahan lulus belom ?
      gw ada rencana trip sih akhir tahun ini, kalo punya motor cruiser ayo aja dah..
      kalo nebeng kasian elo ntar, hhe

      mau ke timur jauh rencananya πŸ˜‰
      japri aja kalo pengen ikut bro..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: