Tuhan enggak pernah bohong tau ! Part 1

Distance : 479,7 KM

Lama Perjalanan : 2 hari 1 malam

Total Pengeluaran : < Rp. 100.000,00 (include gasoline)

Memanglah dasar manusia saja yangterlalu sering nyolot, songong dan enggak sabaran sama Tuhan. Padahal udah jelas di bilang maha mendengar, maha pengasih dan maha penyayang adalah sifatsifat Nya. makadariitu, sejatinya buat yang masih PD minta sama Allah, tiap yang kita minta sama Allah itu pasti di kabulin. Tinggal waktunya aja. Bisa immidietly atau besokbesok, sama persis dengan yang kita minta atau malah di ganti sama yang lebih baik.

Tersebutlah pada suatu masa gw mengajak rekan untuk tour de’jatim lewat jalur selatan. Tepatnya Ponorogo. Gw pengen liat kampungnya SBY di Pacitan, riding di jalur pacitan – ponorogo yang terkenal sepi dan rawan longsor itu, abis itu main ngeliat pondok Darussalam. Apadaya, waktu dan nyali partner gw pada saat itu belum bulat. Jadilah kita batal lewat jalur selatan. Yasuda.

Like I said, Allah enggak pernah enggak ngedengerin dan ngabulin doa kita. Jadilah beberapa pekan lalu gw ke warnet. Voila ! ternyata request reality show Long Way Round & Long Way Down gw udah di downloadin. Yey 😀

Maka dengan kebahagiaan berlebih nontolah gw 10 episode LWR yang berdurasi 45 menit + 6 episode LWD berdurasi 1 jam secara marathon seharian penuh. Abis nonton, mulailah gejala autis pasca melihat halhal yang berbau petualangan kumat. Mules, enggak bisa tidur, jantung berdetak cepat, muncul halusinasi, ga nafsu makan dan mual kambuh. Hahaha norak banget,

Maka itu sekejap tujuan langsung di tetapkan. Ponorogo ! langsung malem itu juga gw mau berangkat. Packing barang. Untunglah hujan deras banget. Nafsu jalan masi bisa di tahan.

Jadilah keesokannya I’m ready to go ! actually hampir goyah kemauan gw garagara paginya kaki gw keseleo parah waktu sparing. But, the show must goon !

Jam 15.00 gw berangkat dari kosan meluncur santai menuju wonosari. Udah di ringroad dan isi gasoline ternyata norrival si obat kuat bensin Hanna habis ! haha cumi. Balik lagi deh gw dari pada si Hanna cantik overheat pake bensin premium doang.

Entah setan apa yang ikut bersama, gw jalan santai banget. Wonosari yang biasanya kesetanan cornering bisa menahan nafsu stabil di 80 Kpj saja. How wonderful day !

Very long long long way to go. I feel like in Jambi road. Hehe

Kontur jalannya mulus naik turun antara semanu – pacimantoro

Jalannya enak juga, khas jalur selatan Jawa. Sepi, sempit dan banyak pohon jati Jawa.. sekalipun yang banyak bukit kapur tapi indah juga kok

Jadilah di suatu spot (gw lupa ngesave kordinatnya) ada bangunan yang mencolok di daerah pacimantoro. Ternyata itu adalah museum karst. Horror gitu. Sepi. Bangunannya enggak kerawat dan ternyata goagoa gitu

Lanjut, just take picture

Somewhere di giritontro I meet very cute musholla di pinggir jalan, haha lutchu deh. Jadilah gw menyempatkan sholat sebentar di sini

Ketemu abangabang donat yang lagi sholat juga, udah aja gw jajan sekalian. Ngilu kaki gw mulai makin mengganggu

It’s still long way ahead

Pukul 17.30 gw memasuki kota pacitan. Kota lahirnya Pak SBY biasa aja ternyata, standar. Mirip kota Wates gitu kotanya.

Take a rest lah gw di teluk pacitan. Bayar Rp. 5000,00.-. Aneh, ada beberapa bule di sini. Padahal kota ini enggak masuk di lonely planet lho.

Karena kebelet pipis kegiatan berkontemplasi di pantai ga bisa lamalama. Karena udah enggak tahan gw putuskan sekalian langsung barangkat ke ponorogo

Entah kenapa, eh hujan deras. Dan teringatlah ternyata saya sedari pagi belum makan. Kebiasaan buruk. Walau tau mahal, terpaksa gw berhenti di warung bebek Pak Slamet.

Ternyata, eh harganya enggak semahal di jogja yey !

Pantes aja lebih murah, dada bebek belum akhil baligh inimah kayaknya. Hahaha,

Lepas makan jam 18.45 Pacitan masih juga gerimisgerimsi romantis. Yasuda perjalanan di lanjutkan dengan raincoat.

Dan Allah akhirnya mengabulkan doa gw di waktu dan cara yang more beautiful and romantic ! Pacitan – Ponorogo 73 km Gelap banget, jalan rusak, rawan longsor, gatau jalan and Alone !

Really exciting. Sangat menantang !

Hanya beberapa km dari pacitan hujan berhenti. Berhentilah gw nyopot raincoat di sebuah SPBU. Eh, ketemu beberapa brother pake Beat yang ternyata dari kota Nganjuk yang gw katain 4lAy itu. Chitchat bentar sama RCnya dia pesen “hatihati bro, jalan rusak dan gelap” toettoet, mereka lanjut jalan.

Ternyata jalan dan lingkungannya beneran sepi dan gelap banget. 73 Km gw jalan, gw Cuma nyalip 1 truk, 2 mobil dan beberapa motor warga lokal. Rumah di pinggir jalan mayoritas tutup dan enggak ada lampu, jalan apalagi. Dari lawan arah paling hanya tiap 15an menit ada motor lewat secara beriringan. Padahal baru jam 8an.

Doa gw beneran di kabulin sama Allah. Ke Ponorogo. Malem. sendirian. Ga bawa kuncikunci. Kaki keseleo parah. Mantap. Yasuda, gw Cuma bisa pasrah menikmati keadaan. Suasana jalannya mirip pulang ke kampung gw lewat panyabungan. Kiri tebing rawan longsor kanan jurang atau sungai. Yang enggak ada di sini Cuma monyet, duren sama rampok.

Laahawla walaquwwata illabillah..

Lagi lemes campur seneng dengan kondisi jalan yang mulai terasa monoton campur horror dari kejauhan muncul banyak lampu motor ber strobo. Ternyata another rombongan Beat. Toettoet salam jempol lah kita. Hehehe,

Persis 2 jam seperti yang orangorang bilang. Sendirian sepanjang jalan. Hanya berteman cahaya temaram GPS. Pengabulan Allah usai. Finally gw sampai di Ponorogo dengan selamat.

Tujuan langsung di arahkan ke masijd agung Ponorogo. Gw buta kota ini. Parkir motor, unloading barang. Perijinan nginep lebih rempong dari biasanya ternyata. Gw di introgasi dan di cek KTPnya sama ta’mir masjid. And approved !

Mungkin karena teras masjidnya kecil sementara masjidnya berada di pusat kota teras masjidnya jadi agak kumuh dan berisik. Kurang recomended buat ngegembel masjid ini. Di alunalun kota terdengar lagi ada banyak acara hiburan rakyat. Semacam pasar malam gitu. Entah ada ketoprak atau ludruk. Karena barang bawaan gw banyak dan kaki gw udah sakit minta ampun selepas mandi gw langsung saja take off

Alhamdulillah, hari ini selesai !

To Be Continued

Iklan
Categories: Middle Trip | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Tuhan enggak pernah bohong tau ! Part 1

  1. Ping-balik: Whirling Madorra ! – Day 5 & 6 (END) | kelana kereta angin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: