Pandang mata seorang penjual dalam sepur

kereta pagi by selfishsky

Aku bertaruh, bertaruh di tengah samudera ketidakpastian

Bertaruh pada waktu, bertaruh pada kesempatan

 

Aku bertaruh, bertaruh di tengah samudera ketidakpastian

Demi mereguk seteguk air asin yang membuat haus keinginan tiada kunjung usai

 

Aku bertaruh, bertaruh di tengah samudera ketidakpastian

Berteman akrab dengan kekhawatiran, bersahabat dengan pilu dan sakit hati

 

Aku bertaruh, bertaruh di tengah samudera ketidakpastian

Berjibaku dengan segala minimnya persiapan, kelelahan di tengah minimnya perbekalan

 

Aku bertaruh, bertaruh di tengah samudera ketidakpastian

Menjejak lumpur comberan, mengingsuti sampah busuk keserakahan

 

Aku bertaruh, bertaruh di tengah samudera ketidakpastian

Demi kujumpai sejumput pancaran sinar, tiada peduli ia mentari ataukah rembulan

 

Aku bertaruh, bertaruh di tengah samudera ketidakpastian

Senyum matamu merekah, ledak tangis mulutmu dalam kebisuan yang memilukan hatiku yang rapuh

 

Tuhan, kenapa mereka harus bicara denganku ?

Padahal engkau tahu tiada dayaku bahkan pada kehendak diriku..

 

 

Rizky al Musafir

Berebes, 2012

Iklan
Categories: Oil Pastels | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Pandang mata seorang penjual dalam sepur

  1. eecciieeeeeeeee…. #ngok :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: