Quds, wal akhir… PART 2

Lanjut Brother…

Setelah perjalanan panjang yang monoton terlihatlah sedikit peradaban di sebuah kecematan. Gw istirahat sejenak di SPBU.

Gw menemukan warung bubur kacang hijau madura. Makan minuman yang baik. Kacang hijau tinggi vitamin B bagus buat syaraf – syaraf yang kelelahan sehabis riding lama. Daripada minum vitamin B complex atau energy gel makan pisang atau kacang hijau more natural and healthy

Sekalipun banyak orang bilang orang Madura itu ketus, licik dan pelit. Gw menaruh perhatian besar pada suku ini. orang Madura adalah orang paling sabar nomer empat di dunia menurut gw. Dengan peringkat sebagai berikut :

  1. Istrinya Fira’un, subhanalloh punya suami ngaku tuhan masih sabar aja di temenin dan enggak ikut ikutan ngaku jadi “wakil tuhan” atau “sekjend tuhan”

  2. Istrinya pa m**lis, punya suami yang gemar mencari ikan, bertualang di samudera luas (dalam arti sebenarnya) dan memancing kehebohan di setiap suasana dan tempat. Membuat kami yang hanya terhitung adik aja banyak mengelus dada dan ber istigfar

  3. Istri gw nanti hahaha, punya suami yang jago sekali menghilang, punya banyak hobi ajaib serta gemar menyerempet maut dan senang mengunjungi tempat – tempat dan lokasi rawan bencana juga daerah yang jarang di huni oleh bangsa manusia yang jauh dari peradaban

  4. Orang Madura, Dengan segala kondisi alam dan perekonomian yang sangat terbatas dan bisa di bilang melarat banyak suku Madura di perantauan yang sangat struggle dengan kondisi tersebut. Bekali – kali, di banyak tempat gw mencermati dengan seksama kesabaran mereka yang terkadang irrasional. Harga bubur kacang itu paling Rp. 2.000 – 3.000 tapi dengan tabahnya mereka nungguin warung itu dari sore hingga menjelang pagi. Tetap PD walau enggak laku bahkan enggak enak. Begitu juga dengan tukang sate, tukang potong rambut dan tukang besi tua. Terlepas dari kualitas dan tampilan dari dagangan mereka yang seringkali jauuuh dari teori marketing dan branding, mereka tabaaah betul menunggu rezeki yang datang. Madura pedagang yang banyak gw perhatiin. Sifat mereka yang agak ketus dan blak – blakan ternyata juga memang adalah sisa cipratan budaya jujur dari zaman nenek moyang dulu. Mereka terbiasa jujur mengungkapakn apa yang ada di hati mereka tanpa bumbu dan pengurangan barang sedikit. Jadilah seiring akulturasi zaman, invasi budaya dan banyak faktor lain nilai – nilai dasarnya mulai banyak yang terkomodifikasi, luntur bahkan hilang di generasi yang kesekian. Bersisalah yang di dapati banyak orang tentang orang Madura ya stigmatisasi yang berkembang itu deh. Tapi gw percaya kok, tiap orang itu baik. Gak peduli dia rampok, pembunuh atau pelacur. Haha kuliah antropologi kita.

    Mendekati kota Quds hujan turun dengan derasnya, kembali gw berhenti untuk memakai raincoat

    Akhirnya seteleh beberapa bulan gw kembali kesini, bedanya kali ini gw ke kota ini malam hari. Sehabis hujan pula. Sayang tidak ada pelangi.. huhu..

    Tujuan utama di kota ini adalah masjid menara. Setelah muter – muter sejenak gw mengarahkan kemudi ke daerah masjid menara dengan sebelumnya berhenti sejenak membeli camilan para dewa. Gw berhenti di sebuah warung untuk makan telur tahu gimbal yang ternyata nikmat betul

    Inilah camilan pada dewa yang rahasia resepnya bocor ke bumi

    Petis ! gw jatuh cinta banget dengan petis. Bumbu yang sangaaaatttt lezat menurut gw. Enak di campur apa aja. Tahu, tempe, soto, mie, atau kalau mungkin ada yang di juice gw ikhlas menjadi tester pertama 😀 berhubung petis adalah resep kulinari syurga yang bocor ke bumi maka seperti pada umumnya resep dan segala hal lain yang bocor dari syurga ke bumi memiliki pantangan ketika ia sudah berada di bumi. Apa itu ? pantangannya adalah BERLEBIHAN. InsyaAllah, mudah – mudahan, sekalipun gw doyan banget petis kalo di suruh makan 15 tahu petis pasti muntah.

    Lepas makan dan leyeh – leyeh sejenak di warung, berdasar ceritaceriti dengan si ibu penjual ternyata ziarah ke makam di tutup jam 12 malam. Sementara sekarang baru sekitar jam 10. Aman.

    Sampailah gw di masjid Menara

    Gw seneng sekali untuk hanya sekedar berbengong dan jalan – jalan di daerah sini, nuansa daerah ini enak betul. Nyaman dan membuat betah hati.

    Mandi, sholat dan istirahat setelah berziarah dan menyelesaikan beberapa urusan gw kembali kontak dengan kawan yang di Solo untuk memastikan dia jadi barengan.

    Gear up, gw kembali siap berangkat pulang ke Yogyakarta melalui jalur yang sama. Again and again night riding. Ohya, jangan lupa ambil air yang ada di mata air di dekat makam kalau ke sana. Terlepas dari apapun kata para peziarah airnya emang enak. Lumayanlah, cost saving. Ihihi,

    Kodisi gelap dan jalanan yang rusak menjadi teman setia perjalanan kali ini, melulu batuk karena debu yang kurang bersahabat.

    Tiada yang kutemui sampai akhirnya perjalanan kembali bertemu dengan percabangan ini.

    Kali ini gw mengambil jalan normal dan yang ternyata tidak normal samasekali.

    Jalan utama yang ternyata membelah hutan jati ini gelap sekali, banget. nuasanya emang enggak terlalu spooky. Jalananpun rusak berat dengan beberapa titik harus buka tutup jalan karena di cor.

    Menunggu lah dalam kesepian bersama para operator di tengah belantara jati enggak jelas ini..

    Bengong

    Bengong

    Bengong

    Akhirnya boleh jalan lagi..

    Hanya sekali itulah gw tertahan cukup lama dan sendirian. Di titik lain banyak mobil dan motor yang juga terhambat. Suasana arisan lebih terasa daripada suasana hutan.

    Istirahat sejenak di sebauh SPBU sebelum memasuki kota Purwodadi

    Lanjut, just take a picture di alun – alun gw bablas terus ke Solo

    Alhamdulillah caritanya sampai lah gw di solo pukul 00.50 sesuai perjanjian jam 01.00

    Karena gw gak tau persis lokasi temen gw dan hanya di suruh menunggu di pasar gede jadilah saya mulai bertelepon sembari ceritaceriti dengan masmas penjual salak yang ternyata dari turi di dekat gw

    Jam 01.15…

    Jam 01.30…

    Jam 01.45…

    Jam 02.00…

    Satu jam menuggu yang di tunggu tidak juga bangun di berondong ratusan miskol, allright then. I’m coming home.


    Finally, Alhamdulillah sampai dengan selamat kembali di rumah setelah perjalanan yang seru..

    Semoga banyak pembelajaran yang bisa kita dapet !

    Selagi muda, selagi banyak waktu, selagi banyak energi mari banyak mencari ! 😀

Iklan
Categories: Middle Trip | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: