Winduku pada Mu

http://objekpenderita.deviantart.com/

adekku nangis

Tapak demi tapak telah daku menjejak di bumi Mu ini

Jauh sudah rasanya raga ini melangkah pergi dari liang rahim kelahiranku

Kelana kesana kemari, tanpa pernah mengerti pasti arah mana yang harus daku tuju dalam hidupku

Lelah telah rasanya kaki ini mengembara, mengejar impain dan berhala-berhala yang aku cipta

Lembar demi lembar perangai, nampaknya belum juga habis malaikatmu atid yang mulai kelelahan mencatatnya

 

Aku menyerang mereka yang tiada pantas di sebut lawan dengan tebasan pedang hasratku

Kemudian lari menumbangkan kawan yang dirinya tiada menyerupai diriku yang bukan diriku

Lantas membegal mereka yang telah puas aku berteriak murka mereka adalah perampok

Mengisi selongsong kosong jiwa dalam mangasin waktu yang tiada pernah tercela

Mengarahkannya pada kesia-siaan belaka, lautan euforia yang terus meminta dahaga

 

Dari aku yang baligh hingga kini, melulu kenakalan dan perselingkuhan saja yang aku perbuat

Begitu mendalam aku memesrai mereka para berhala, tiada mengerti diri Mu itu yang tuhanku

Berbincang aku mengakrabi hubungan demi jaringan, seakan tiada engkau tahu hasratku menduakan Mu

Meminta korban demi korban yang terus bergelimpangan seiring perjalanan waktu kesesatan hidupku

 

Bongkah demi bongkah kebodohan dan kehilafan terus aku susun memenjaraku dari takdir Mu

Timpa demi timpa alasan kebaikan terus aku bangun menutupi dosa dari murka Mu

Berdosa dalam jubah cahaya, memandang rendah mereka yang bercahaya dalam lumpur dosanya

Berbangga pula aku dengannya, seakan engkau tiada melihat perangaiku dari arsy’ Mu itu

Terus begitu, tahun demi tahun, windu demi windu perjalanan kehidupan sudah aku lewati

 

Kini mereka yang telah tertinggal di belakang terus menarikku dengan jerat dosa dan penyesalan

Ilalang harapan melambai lunglai memerhatikan tiap langkahku yang terseok melaju kepayahan

Yang tertampak hanyalah kekosongan dalam bualku saja yang kian membengkak membuatku kian tersedak

 

Aku pinta diri Mu tutup aib dan celaku dari mahluk, Engkau melakukannya tanpa banyak balas bertanya

Padahal tiada butuh barang sesuatu Engkau dariku manusia yang sungguh tiada bersyukur ini

Tapi rasanya belum juga aku malu tersingkap aib dan celaku di hadapan Mu wahai tuhanku

 

Berkali engkau kubohongi dengan tangis dan sembah pura-pura, tapi selalu saja sayang dan kasih mendahului adil Mu kepadaku

Sedari lalu hingga dewasa belum juga rasanya aku berdaya membalas deras curah cintaMu atas diriku

 

Aku melulu berpaling dari Mu, melulu menghamba pada tuhan-tuhan semu kehendak diriku

Jejak langkah dan karirku terus berlalu, kuberusaha menelikung hendak dan mau Mu dari hidupku

Menipu diriMu siang malam dengan dupa dan doa-doa mantra sesak sesaji janji pertaubatan

Tapi melulu berpaling diriku menjauhi diriMu sesudah banyak meminta tanya akan jawabnya

 

Bagaimanalah ini ?

 

Menyembuhkan luka dan derita agar jemu ia berulang

Mengobati kebodohan dan kesesatan agar faham datang menjelang

 

Jikalau Engkau mengampuni dan memelukku, adalah memang karena Engkau Tuhan tempatku kembali

Jikalau tiada lagi sudi diriMu mengampuniku, maka tuhan mana lagi yang harus aku datangi ?

 

Wahai Pangeran yang awal juga yang akhir, izinkan aku kembali…

 

 

Rizky al Musafir

Yogyakarta, 2012

Iklan
Categories: Oil Pastels | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: