Balada Guk Majnun

http://cuson.deviantart.com/

old martin

Aku berlari mengejarnya, tergopoh-gopoh kewalahan menyejajarkan langkahku dengannya. Kenapa pula ia malah menjauhi aku ? ah, kerepotan betul beberapa hari ini aku mengikutinya. Orang tua tidak tahu diri !

Aku berteriak serak;

“Hey ! kenapa kalian berlarian dari mereka ?!”

“Kalian begitu cemerlang bukan buatan, mengapa kalian menjauh lari !?”

“Tunggu aku ! aku ingin bertutur denganmu !”

“Hoooooiiiii, sinting !”

“Hey Guk majnun, tunggu !”

“Aku tahu, katanya kaukan orang yang berjubah cahaya rembulan itu ?”

“Aku ingin menyerap habis rahasia kilau cahaya rembulanmu !”

“Berikan, berikan saja padaku ! senja sudah usiamu orang tua !”

“Jangan bersembunyi ! aku akan kesulitan mencarimu lagi“

Guk majnun itu terus cekikikan berlari ringan menjauhi ku. Edan ! dipikirnya aku tidak bisa mengejar langkah kaki tuanya itu

Sambil menoleh ia berteriak kepadaku;

“Hihihihihi”

“Aku tidak lari darimu, kau yang tidak butuh aku !”

“Kami tidak takut pada mereka, dasar komplotan asu !”

“Tunggu saja mereka itu ! biar Ia yang titip balas sebentar lagi”

“Sudah pergi sana anak ! kau takkan mendapatkannya dariku !”

“Aku bukan siapa-siapa, nanti bayangmu mengecewakanmu”

“Hihihihihi”

Dirinya terus berlari sempoyongan meracau tak karuan;

“Kejar saja daku anak, ambisimu takkan menangkap  diriku !”

“Larikan dulu dirimu dari mereka, bersembunyilah dalam dirimu !”

“Barang segores fajar, barang seluncur petang”

“Kampungmu semakin kacau anak ! jangan berbelanja di sana !”

“Aku yang akan memanggilmu nanti kalau kau sudah siap !”

Habis napasku tersengal berat berkeringat

Meraup sisa napas aku berkata;

“Heeeey, tunggu !”

“Apa gerangan maksudmu Guk majnun !?”

“Kapan waktu itu !?”

Guk majnun lincah melompati atap-atap rumbia itu dengan ringannya

Sambil terus cekikikan ia berkata;

“Hihihihihi”

“Terserah aku !, akupun terserah pada Nya !?”

“Nanti Mereka datang padamu lewat aku kalau memang aku yang kau cari”

Susah betul memang mengajak bicara orang yang kepalang gila. Sudah lah, terserah apa kata mulut gilanya saja. Mungkin ia banyak urusan di desa seberang. Atau muak dengan hari belakangan. Sebaiknya aku menuruti kata-katanya agar bersembunyi. Meminta memang tidak pantas kepadanya. Toh, kalau ia berjanji ia tidak pernah berdusta

Sekelebat bayangan tiba-tiba muncul di hadapanku

Guk majnun berdiri cekikikan di hadapanku;

“Hihihiihihihihi”

“Tiada lagi dikau berambisi mengejarku wahai anak ?”

Seketika tergerak aku menyergapnya, memeluk tubuh keringnya dengan ketat. Bau harum menguar dari keringat tubuhnya;

“Hap, kena kau Guk sialan !”

“Meyerahlah, kau sudah kukunci !”

“Ayo, sekarang kau bantu aku keluar dari persembunyian sempit diriku !”

“Sesak badanku ini ternyata”

Tersengal ia dalam pelukku, badannya meliat mencoba membuka kuncianku. Sayang gagal.

Ia melanjutkan;

“halah-halah bajingan !”

“Hayo, hayolah anak ingusan sialan !”

“Kau harus banyak berlatih agar persembunyianmu sedikit lapang”

“Tapi jangan banyak ucap !”

“Aku bosan meladeni kebodohan dan ketidaksabaran kalian anak kencur !”

“Sudah berani jumawa di kolam dangkal, dasar goblok !”

“Hihihihihihiihi”

“Dan bukan pula aku yang mengajarkanmu, aku bukan siapa-siapa”

Ia melengos pergi mendahuluiku. Aku mengintilnya di belakang sambil kegirangan;

“Hihihihihihi”

“Iya, Guk”

Rizky al Musafir

Yogyakarta, 2012

Iklan
Categories: Guk Majnun | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: