Dalam diam


Jakarta Menanti Pagi

Aku bertafakur dalam hening jalanan malam indahmu

Mereka bilang aku membuang-buang waktu mudaku

 

Aku pergi ke rumah sucimu berbaring meratapi kepedihan-kepedihan ku

Mereka bilang aku tidak sopan di rumahmu, hanya datang jika perlu

 

Aku bersholawat memuji-muji sayyidina muhammad kekasihmu

Mereka bilang jangan mengagungkannya berlebihan, ia juga manusia

 

Aku lantang bertakbir penuh semangat terkepal ke udara

Mereka bilang ekstrimis lah yang buat agama ini kian terpuruk

 

Aku menjauh dari hiruk pikuk dunia pura-pura

Mereka bilang aku egois dan tidak sanggup bersesuai diri

 

Aku berkata dan mengolah retorika

Mereka bilang jangan sembarang bicara agama

 

Aku melambat dan diam sejuta bicara

Mereka bilang sampaikanlah walau satu ayat

 

Ah, siapa disini rupanya yang tuhan ?

 

Rizky al Musafir

Temajuk, 2012

Iklan
Categories: Oil Pastels | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: