Mari kembali

masih menunggu

Wajah wajah cemas penuh harap, menunggu kereta  tiba pukul berapa

Jilat terik hari mentari, menetes peluh kilap derita

Tatap kosong meraba hampa, semua berkata dalam diam

Harap cemas engkau menunggu pasti, sibuk sendiri cukupi diri

Wahai manusia ingin kembali, kembali sejati telah menanti

 

Sabar tiada percepat laju, hantam gada hati yang batu

Hati nanti kunci enkripsi, suara buka enigma jiwa

Raga dewasa jiwa remaja, melulu saja ingin di manja

Malulah kita jika tertawa, pada ia sang empunya

Usah melulu kita meminta, biar ia mencukupinya

 

Obat hati yang mengerti, biar akal sibuk menanti

Bergerak kesana kemari, mengejar nanti ia menjelang

Mengapa risau sibuk berlari, senyum sendiri sabar menanti

Kemana pergi kesitu kembali, apa yang timbul pasti tenggelam

 

Malu-malu tidak tau, laku jiwa cermin nurani

Seakan hati tiada mengerti, kemana hasrat melompat pergi

Sopanlah badan saat berjalan, nanti tertawa di singgasana

Akhirat itu kampung kembali, jumpa kekasih idaman hati

 

Rizky al Musafir

Yogyakarta, 2012

Iklan
Categories: Oil Pastels | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: