Garut, Sebuah warmup lap PART 3- end

Melewatkan libur panjang di 15-18 November lalu dengan tidak berangkat ke NNDR 2012 rupanya meninggalkan banyak ride report bertebaran di jagad maya. Pengen ketemu Pak Gaban -edisi Indonesia- sebenernya gw, next event maybe..

Mari kembali bercerita,

Subuh hari itu keberadaan gw di sambut dengan ramah oleh para jamaah musholla yang perlahan berdatangan. Sejak dini hari hujan deras mengguyur Pamengpeuk. Alhamdulillah semua perlengkapan selain sepatu dan tenda sempat terselamatkan ditengah derasnya hujan.

https://lh3.googleusercontent.com/-0EeVbntAFrY/ULqKqsXKoVI/AAAAAAAAAqA/Ooit3bOAJdA/s640/1%2520%25281%2529_793x600.JPG

https://lh3.googleusercontent.com/-BKALh7suFuM/ULqKu7Wt7WI/AAAAAAAAAqI/xl5CmWsRw1Q/s640/1%2520%25282%2529_793x600.JPG

Sambil menikmati hujan gw dan beberapa jamaah yang terjebak saling bertukar cerita, menikmati pagi yang dingin. Derasnya hujan yang enggan berkompromi membuat rencana keberangkatan molor hingga pukul 08.00 pagi. Setelah mandi biologis dengan antiseptic towel, loading barang dan prepare motor dengan mengenakan rainsuit gw kembali mengaspal melanjutkan perjalanan menuju Garut di temani hujan rintik.

Riding di tengah alam dataran tinggi yang indah pagi ini sedikit terganggu karena dengan oon-nya gw lupa membawa kaos kaki cadangan. Walhasil kaki basah & keriput menambah kenikmatan perjalanan.. Hehe,

Perbukitan berkabut dan jalan berkelok yang sepi mendominasi perjalan pagi ini, indah betul alam yang gw lewati

https://lh3.googleusercontent.com/-K64_ugiGrzE/ULqK_7sxWNI/AAAAAAAAArw/851nLqWhb80/s640/2_793x600.JPG

Daerah perbukitan yang di dominasi hutan ini sungguh sunyi dan hening. Sebagai penikmat solo riding, momen keterasinganseperti inisungguh menyenangkan

https://lh3.googleusercontent.com/-meucV2WtYL8/ULqLAf8nFqI/AAAAAAAAAr0/xRLlg6yADJU/s640/3%2520%25281%2529_800x600.JPG

https://lh4.googleusercontent.com/-YtCaxg7fQUk/ULqLB4fuEvI/AAAAAAAAAsA/YZP-3F7bi_Y/s640/3%2520%25282%2529_793x600.JPG

Terus melaju di tengah apitan Gunung Papandayan (2.627 dpl) lokasi habitat owa jawa yang dilndungi juga tempat tetirah banyak pendekar kesohor tanah Pasundan dan Gunung Cikurai (2.821 dpl)melewati berbagai tanjakan, kelokan dan lanscape khas pegunungan

https://lh5.googleusercontent.com/-8A-XOCyOFjo/ULqLFMdWG6I/AAAAAAAAAsI/qsnU-vKjJ1w/s640/4%2520%25281%2529_793x600.JPG

https://lh3.googleusercontent.com/-1104_mPWR-0/ULqLFnuGLMI/AAAAAAAAAsM/9fjkU2a_wGA/s640/4%2520%25282%2529_793x600.JPG

https://lh4.googleusercontent.com/-VLuNVSO3VIM/ULqLHPvJg-I/AAAAAAAAAsY/9vvOy7tkpDc/s640/4%2520%25283%2529_793x600.JPG

Ada sedikit penasaran di hati, andai malam itu angin bercerita bahwa daerah pegunungan sebentar lagi maka gw lebih prefer bermalam dengan tenda di salah satu titik di sini. Pagi ini pun gw sibuk mencari lokasi yang asyik untuk berhenti sejenak memasak beberapa perbekalan yang sudah di bawa sambil menikmati kehidupanalam..

Setelah sempat melewati sebuah air terjun sangat indah -sayang, karena telampau tinggi zoom camera gw enggak kuat- yang berada di antara retakan perbukitan dan dijebak lautan kabut yang benar-benar pekat akhirnya gw tiba pada titik tertinggi dari banyak bukit yang ada. Indah betul,

https://lh6.googleusercontent.com/-IZjubyliTJY/ULqLIxvsLqI/AAAAAAAAAsg/GY4Xl_rmHfE/s640/5%2520%25281%2529_793x600.JPG

https://lh5.googleusercontent.com/-ZuCoTq_qX0s/ULqLJBUO1lI/AAAAAAAAAsk/kVNcK1I42Sc/s640/5%2520%25282%2529_793x600.JPG

https://lh4.googleusercontent.com/-x2N2J5zKaLM/ULqLLPldRZI/AAAAAAAAAsw/IUozau0LG2Q/s640/5%2520%25283%2529_793x600.JPG

Lupa dengan program masakmasak yang sudah di niatkan, jalanan yang mulai melingkari perbukitan menyorong gw dan Hanna perlahan kembali turun melewati sebidang perkebunan teh

https://lh5.googleusercontent.com/-P8tnwG98d84/ULqLOrJYeWI/AAAAAAAAAs8/m3A15bh1ABA/s640/6_794x600.JPG

Di sebuah kecamatan entah di mana, akhirnya gw menemukan sebuah kios yang menjual kaos kaki yey !

https://lh3.googleusercontent.com/-8-bsPabkYKM/ULqLN4ex7gI/AAAAAAAAAs4/zgocHxCf-gw/s640/7_793x600.JPG

Penderitaan kaki gw berakhir sudah, kaki kembali hangat. Alhamdulillah J

Setelah melewati gunung gemunung

https://lh5.googleusercontent.com/-F3wyMJjOkX4/ULqLOkvERkI/AAAAAAAAAtA/ld2O_wU8kAY/s640/8%2520%25281%2529_793x600.JPG

https://lh4.googleusercontent.com/-WVpnF-QkKYE/ULqLPCohCEI/AAAAAAAAAtE/IzpEHddSsaw/s640/8%2520%25282%2529_793x600.JPG

Waktu jumatan sudah sangat mepet, memasuki kota Garut gw langsung sholat di Masjid agung Garut

Sedikit mengambil gambar di seputaran masjid agung

https://lh4.googleusercontent.com/-_tV5MGCvXcc/ULqLPxo6DOI/AAAAAAAAAtQ/ti28ugTxEEo/s640/9%2520%25281%2529_794x600.JPG

https://lh3.googleusercontent.com/-56n_pYy4Lvc/ULqLQOs4gxI/AAAAAAAAAtU/Q9sqEbxI1Ig/s640/9%2520%25282%2529_794x600.JPG

https://lh3.googleusercontent.com/-lqcNYF9z-Oo/ULqLSeAjGSI/AAAAAAAAAto/fSJ82auEZCg/s640/9%2520%25283%2529_793x600.JPG

Karena sedari pagi belum sarapan -aduh benar-benar kebiasaan buruk- agenda siang ini sebelum melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya adalah pusing-pusing kota Garut sambil cari rumah makan yang sekiranya berkenan di hati. Sampai akhirnya gw betul-betul pusing karena tidak ada yang menarik hati, gw berlabuh di sebuah RM. Padang, lupa namanya. Sepiring makan siang yang, HmmMmm.. biasa saja..

https://lh6.googleusercontent.com/-SIZxAaV6yfg/ULqKvEeTueI/AAAAAAAAAqM/h463tMhZljc/s640/10_793x600.JPG

Menunggu terik mentari siang yang menggila, gw beristirahat cukup lama di resto ini

Yep, all gear packaged perjalanan gw lanjutkan menuju kota selanjutnya. Tasikmalaya. Dan di tengah liukan jalan yang asyik gw di pertemukan dengan

https://lh6.googleusercontent.com/-U2pbyMiuAw4/ULqKwOhj-PI/AAAAAAAAAqQ/1k8rJQ3xmQY/s640/11%2520%25281%2529_794x600.JPG

https://lh5.googleusercontent.com/-kMhauJ_MndQ/ULqKydM1GQI/AAAAAAAAAqg/XYJEozZJTi4/s640/11%2520%25282%2529_793x600.JPG

Kota Garut tidak seasri yang gw bayangkan ternyata. Terbiasa di Yogyakarta, kota-kota di Jawa Barat terasa jorok dan kumuh menurut gw -ironisnya termasuk kampung gw, Depok-. Penasaran gw melihat cokodot dan sentra jaket kulit di Garut juga akhirnya kalah dengan serangan sinar mentari yang sangat sengit hari itu, tidak terasa perjalanan dangan track perbukitan yang membentang sepanjang jalan Tasikmalaya sudah di depan mata..

https://lh4.googleusercontent.com/-267U1nJb4zc/ULqKzrhfBJI/AAAAAAAAAqo/hi0zoXXptTo/s640/12%2520%25281%2529_793x600.JPG

https://lh6.googleusercontent.com/-GA1Gol1U-wc/ULqKzuSlKdI/AAAAAAAAAqk/04ji38vHAPw/s640/12%2520%25282%2529_794x600.JPG

https://lh6.googleusercontent.com/-6TBo5IqfG94/ULqK0d4GgPI/AAAAAAAAAqw/_J3Ih4R7NjY/s640/12%2520%25283%2529_794x600.JPG

kota-kota Jawa Barat yang gw kunjungi kali ini berbeda sekali tata kotanya dengan kota-kota yang terhitung tua misalnya Bandung, Yogyakarta, Magelang, Bogor, dll yang sebelumnya pernah gw lihat. Kalau kota di pinggiran sungai seperti Palembang dan Samarinda kita akan menemukan perkembangan kota dan geliatnya akan sangat tampak sepanjang pinggir sungai atau pertemuan sungai, maka di kota Jawa kita akan sering bertemu dengan alun-alun kota dengan dua pohon beringin di tengahnya. Dengan kantor atau rumah pejabat tertinggi, masjid raya, rumah sakit, kantorpos, telkom dan polisi berada di sekitarnya maka kota yang gw lewati kali ini tidak gw pahami betul pola berkembangnya. Cenderung serabutan dan agak messy menurut gw. Yah, jelas gw yang kurang jeli dan peka

pusat kota Tasikmalaya mirip seperti pasar lama Semarang, agak padet dan ramai. Seru juga sih, hehe.

Re-fueling gasoline sejenak, gw melanjutkan perjalanan melewati Ciamis

https://lh4.googleusercontent.com/-po8e_2dDb-E/ULqK2e1IBGI/AAAAAAAAArI/Wg8Yx1b9OWc/s640/13%2520%25282%2529_794x600.JPG

https://lh3.googleusercontent.com/-aUMGziPTohA/ULqK1CzMf_I/AAAAAAAAAq4/pc480Be6sKM/s640/13%2520%25281%2529_793x600.JPG

Akhirnya..

https://lh5.googleusercontent.com/-A4-hTDQZ1wE/ULqK51SPgLI/AAAAAAAAArU/3jjX6iuDgxE/s640/14_793x600.JPG

Sholat Dzuhur dan Ashar, gw beristirahat si sebuah masjid di daerah Karangpucung. Pejalanan yang sungguh-sungguh santai, nikmat euy! Mengganti stang model bar dan tapak ban depan lebaryang stabil sedikit membuat saya menjadi rider baik-baik beberapa waktu belakangan. Ahaha, puji tuhan..

Badan yang sudah sumuk berjodoh dengan masjid yang asri dan bersih. Gw menyempatkan diri mandi dan beberes di sini. Sekali lagi berhenti cukup lama prepare melakukan night riding.

https://lh5.googleusercontent.com/-gRrDMEpnFa8/ULqK5dbZ-SI/AAAAAAAAArQ/PjJ6Jh6HHaA/s640/15_793x600.JPG

Brumm, bruumm.. lanjutt..

Perjalanan dilanjutkan di malam hari, yeah this my time! Entah, Gw jauh lebih alive dan bergairah riding dimalam hari. Berkendara di malam hari terus gw lakukan hingga badan meminta jatah beristirahat. Gw berhenti di sebuah minimarket untuk membeli minuman suplemen

https://lh5.googleusercontent.com/-JVo877s87Aw/ULqK6uvwxFI/AAAAAAAAArY/aofQSEiaJNo/s640/16_793x600.JPG

Karena sudah lupa daratan, dengan konyolnya gw bertanya pada si emba-emba kasir;

“mba, ini sudah di mana ya?” ahaha, mbanya menjawab dengan agak heran daerah yang gw singgahi adalah bagian selatan Banajarnegara. Bagi yang sering touring, pasti akan lebih paham dengan kondisi bike-lag yang gw alami. kelamaan di atas motor, ahaha gw masihlemah.

Perajalanan gw lanjutkan dengan jantung yang terus berdebar dahsyat. Minuman suplemen, beer, wine dan sodara-sodaranya kurang cocok buat gw. Bikin jantung gw berdegup dasyat. Malam semakin larut dan kendaran lainpun mulai berpacu dalam kecepatan tinggi. gw pasrah mengkuti intusi dan plang jalan yang menunjukkan arah Yogyakarta selama perjalanan pulang. Mungkin karena sudah terlampau bike-lagmood gw udah enggak karuan jadilah efek psikologis pulang juga mendera gw; pengen cepet-cepet nyampe

https://lh5.googleusercontent.com/-UtBu4awCw-s/ULqK-He2vOI/AAAAAAAAAro/GlTZPwYBH8g/s640/17_793x600.JPG

Akhirnya, kembali di rumah dengan selamat. Ternyata berkendara dari Karangpucung menuju Yogyakarta gw tempuh hanya dalam tiga jam saja!

Thanks God !

Sedikit kesimpulan untuk “pemanasan” kali ini. buat solo riding, selama masih bersama motor nampaknya cukup membawa sleeping bag dan flysheet juga tali-temali di luar tali yang biasa kita bawa untuk mengikat barang di motor.Di pulau jawa dan Sumatera masih belum perlu pakai tenda nampaknya. Kecuali penjelajahan kalian emang udah di niatin camping. Jika melakukan penjelajahan ke alam yang asing tidak ada salahnya membawa peralatan masak sederhana yang terdiri dari panci kecil dan kompor bahan bakar cair, spirtus atau bahan bakar padat, parafin. Untuk perlengkapan personal membawa nesting atau trangia tidak terlalu gw sarankan karena makan tempat. Daerah agak terpencil sulit menemukan warung makan yang bersih -kalau masih mikirin cleanliness tentunya- Minum minuman hangat atau makan semangkuk mie instant di tengah alam terbuka yang indah memberikan sensasi tersendiri, just try 🙂

See ya di penjelajahan selanjutnya !

Keep roll your engine !

Iklan
Categories: Long Trip | Tag: | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Garut, Sebuah warmup lap PART 3- end

  1. mantab bro perjalanannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: