merindu Cahaya

empty

Berjalan di tepian pantai yang sepi

Memandangi bercak awan kelabu yang mengotori langit

Getir saat melangkah perlahan menyelinap diantara tebing karang

Hening, sunyi

Berteman seekor bangau yang melayang tenang menanti mangsa

Yang menanti takterkendali entah apa ujungnya nanti

Karena aku juga begitu rindu kepadamu

Gemetar kalbuku didera rindu

Rindu mentari pada petang, rindu rembulan pada fajar

Berdentang kencang lonceng dipuncak menara

Bertanya kepada angin kemana ia akan berhembus

Menangisi deburan ombak terhempas

Melompati waktu yang melaju

Gelak tawa yang menggema entah dari mana datangnya

Kemanakah tanah becek yang lengket di petak itu ?

Ada rerumputan hijau mengering tersapu sinar mentari

Siapa yang melarikan gemintang malam ini ?

Bergerak berputar menantang laju bumi

Aku melingkari senja yang menjelang dari ufuk barat

Merindu kemilau purnama yang merona

Agar bercahaya , Agar menjadi cahaya

 

Amin,

Rizky al Musafir

Drini, 2012

Iklan
Categories: Oil Pastels | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: