Tarian Halimun

Kabut

Kabut

Angin berhembus kencang, membawa kabar dari seberang

Katanya Engkau akan datang hari itu

Ditengah gemericik hujan, maka arakan awan pun datang menjelang

Menemaiku bersama bebatuan yang berseloroh dan bercerita dengan riang gembira fajar itu

Entah sudah habis berapa bulir peluhku, kabut masih saja menghijabi keangkuhanmu dari diri kerdilku

Apakah memang harus begitu lengang hingga engkau datang menjelang ?

Sementara hamparan ilalang sudah melambai malas mengusir pagiku pergi

Asap dupa mengalun beterbangan mengaliri roma hidungku, bersama berita dari para penggembala

“Usah engkau terlala-lara menghadapinya” tutur sang gembala

Mentari lantas menebar koronanya mengitari cakrawala, berlari mengejarku yang tersipu malu

Bertanya tentang ar-rahman, bertanya tentang ar-rahim

Bunga-bunga beterbangan menggempaskan tetesan embun dari kelopaknya yang merekah

Sang surya taburi bumi dengan cinta semesta

Maka bersujudlah alam raya kepadaNya !

 

Rizky al Musafir

Merapi, 2013

 

Iklan
Categories: Oil Pastels | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: