Lonerider, you’ll never ride alone: Day 2 – Damn, it’s to good to be true !

Melanjutkan perjalanan, gw memulai hari pukul 04.00 WIB. Mandi, subuhan dan kembali loading barang tepat pukul 05.00 WIB gw meninggalkan masjid di iringi salam semangat dari bapak-bapak takmir. Masjid memang rest point ramah untuk menjelajah !

Sunrise menyambut pagi gw yang bersemangat, dengan sepatu yang basah dan motor penuh lumpur sisa hujan semalam Banyuwangi kukejar konstan di 85 Kpj

Aura mengerikan hutan Baluran sedikit tersisa, apa karena gw lewat sini pagi hari ya ? hehe. Dari pinggir jalan TNBN hutan yang sangat mengasyikkan, vegetasinya heterogen dan sesekali kita bisa ketemu beberapa satwa liar yang melintas. Entah mengapa di hutan yang jalannya panjaang sekali, mulus dan datar-datar saja ini banyak truk yang mogok. Baluran adalah salah satu field basenya MARINIR, di hutan ini rutin diadakan latihan tempur gabungan. Hutan ini juga tempat diklat para calon Kopaska (Komando pasukan katak) dan Yontaifib (Yonif intai amfibi). Salah dua kesatuan keren di MARINIR. CMIIW

Satu jam berkendara aroma laut yang asin mulai tercium, Banyuwangi yang masih sepi menyambut kedatangan gw

Akhirnya gw akan meninggalkan pulau Jawa. Ini bukan kali pertama gw naik ferry sendirian, ini kali pertama  gw menuju tujuan yang entah di mana completely alone ! wowowow, adrenalinku berdesir-desir kawan

Pelabuhan gw masuki tanpa upacara protokoler yang berarti, setelah membayar gw langsung di arahkan menuju ferry yang tertambat di dermaga oleh para petugas

Entah karena masih pagi atau memang bukan musim libur ferry yang gw naiki kali ini cukup lengang, hanya tampak beberapa motor dan kendaraan pribadi yang masuk. Lebih ramai petugas dan pedagangnya malahan..

Bertemu beberapa mahasiswa yang satu almamater yang berencana backpackeran ke bali. Chitchat tentang rencana kami masih-masih mengeksplore Bali mereka sampai pada konklusi:  saya setengah waras.

Bosan bercerita dengan beberapa penumpang yang tertarik dengan si pengembara dan motornya ini gw mulai mengeksplore ferry kecil ini. ferry yang gw tumpangi tidak bisa memuat truk kedalamnya. Hanya motor, sedan dan mini bus yang bisa masuk. Fakta yang mengejutkan gw adalah

Ferry ini di buat tahun.. 1971, tua banget ya ? terlihat lumayan terawat untuk transportasi masal berumur sepuh

gunung-gunung Ijen memerhatikan kepergianku dari jauh

 

Satu jam di ombang-ambing di lautan yang tenang akhirnya, Bali aku datang !

Sampai di Gilimanuk gw sudah mempersiapkan berratus alasan kenapa Hanna tidak berTNKB depan, eh polisi yang sibuk memeriksa malah meloloskan gw begitu saja. Puji tuhan, tidak perlu terlibat perdebatan kosong di pagi hari yang cerah ini.

Perjalanan gw lanjutkan menyusuri Tn. Bali barat, frist impression Bali pulau yang artistik yah. belakangan gw akhirnya mengetahui kalau wilayah Kab. Jembrana ini terdapat banyak pendatang dari wilayah Jawa Timur dan Madura, di daerah ini kita masih dapat menemui banyak sekali Masjid, area yang recomended untuk istirahat malam.

Enggak seru rasanya kalau Denpasar gw lewati duluan, maka menuju Pulau Lombok lewat jalur Bali utara menjadi pilihan. Jarak tempuhnya lebih singkat sih kayaknya, hehe

ketemu monyet pertama di Bali, norak

Cuaca cerah yang menemani menambah semangat berkendara, Me & Hanna melaju konstan 85 Kpj melintasi jalur Bali utara yang sepi. Perkampungan bernuansa  etnik banyak yang hidup dari pertanian, sementara di kiri jalan kita bisa melihat sesekali panorama laut yang menyembul dari balik kelokan-kelokan yang ada. Beberapa private resort dan hotel juga tampak sepajang Banyuwedang – Pemuteran. Wliayah ini destinasi wisata diving dan spot menyebrang ke pulau Menjangan. CMIIW

Sisa basah di sepatu semalam memuncaki derita. Kaki yang di bungkus plastik tidak menambah kenyamanan berkendara. Lembab dan tidak mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Selain itu proses pengeringan sepatu juga menjadi semakin lambat karena si plastik kan enggak menyerap air. Badan kepanasan tapi kaki gw kedinginnan ??

Berhentilah gw di sebuah SPBU di daerah Banjar, membongkar peralatan, mengambil sandal

Dengan sedikit ilmu tali temali, ikat sana ikat sini

Voila ! motor anda bertambah fungsinya menjadi jemuran berjalan

Biarin deh Hanna dan kaki enggak keren dan safety, yang penting sementara kaki gw bisa bernafas lega 😀

Tidak terasa dua jam berkendara akhirnya gw tiba di tujuan selanjutnya, Lovina beach ! yawyaw,

Lovina beach adalah versi Balinya teluk kiluan yang ada di Lampung. Andalannya Dolphin watch. Perahu-perahu bercadik ganda milik nelayan yang banyak tertambat siap mengantarkan kita di pukul 05.30 WITA, biayanya Rp. 60.00/person. Sewaktu gw datang beberapa turis asing juga sedang bersiap untuk snorkeling

Walau tidak seramai daerah selatan, di Lovina juga terdapat deretan bar dan cafe yang cukup ramai. Beberapa booth penyewaan alat selam, ruko penjual souvenir, hotel dan resort juga rame di Kab. Singaraja. Nice buat wisata tapi enggak untuk bertualang.

ini take foto paling geli, ada bule yang amaze banget liat gw

Puas berkeliling di kawasan pantai Lovina gw menyempatkan untuk mengunjungi daerah Bedugul. Singaraja besar juga ternyata. Yang sangat gw senang dari Bali kita akan banyaaak sekali bertemu patung yang indah di percabangan jalan besar di manapun di pulau ini, entah menyimbolkan atau diperuntukkan untuk apa. Yang gw tau mereka indah di tempatkan di sana.

Setelah sempat bertanya sanasini jalan pegunungan menuju Bedugul  menyambut kedatangan musafir ini.

Saran gw buat anda penikmat cornering, anda harus mencoba jalur ini ! ini excellet !

Jalan muluws, relatif kering (tidak terlalu lembab), marka dan garis jalan jelas, apex bersih dari kerikil dan tentunya chicanes dan hairpin corner yang bertaburan sepanjang perjalanan gw menuju Bedugul. Kontur yang tidak terlalu terjal bisa kita maksimalkan untuk belajar melibas in-out chicanes dengan cepat. Asyik banget lah, inget pengemudi lain aja boi ! haha,

Danau Buyan, indah dan sejuk

Sejenak berhenti dan meresapi alam di temani secangkir cokelat hangat, momen sederhana yang nikmat saat bertualang 🙂

hihi, gw bukan fotografer yang baik

Puas meresapi sejuknya danau Buyan, Hanna kembali melaju menuju danau Beratan yang berada tidak jauh dari sini. Sangat di sayangkan ternyata danau Beratan ramai dan entertaining sekali, terlalu wisata. Cukup mengambil gambar

Perjalanan yang tujuannya masih entah di mana ini gw lanjutkan, karena budget yang amat sangat terbatas perut yang lapar harus sedikit bersabar. Gw menuju pelabuhan Padangbai melewati rute Kintamani, kalau alam bersahabat mampir ke desa Trunyan & ngecamp di danau batur rasanya seru. Badan yang exhausted  memaksa gw istirahat sekitar satu jam di SPBU Kubutambahan ini. matahari siang bikin ngantuk.

Melintasi daerah dataran tinggi, awan-awan pembawa bibit hujan mulai ramai bergerumul mengiringi perjalanan. Daerah pegunungan asri ini sedang musim durian, wangi harum dupa dan bau khas durian sesekali silaturahmi ke hidung hingga akhirnya di salah satu kelokan motor gw oleng nyaris ndlosor ke jurang. Gw melihat pemandangan yang sangat *******, babi ! yap, bokong babi seukuran sapi di sebuah pickup meluluhlantakkan konsentrasi gw. Shock berat gw.

1,5 jam berkendara akhirnya hujan sangat deras menghentkan lagi lajuku, gw beristirahat di sebuah balai desa. Menunggu hujan mereda tidak terasa gw tertidur dua jam lamanya dengan seluruh gear terpasang. Perjalanan ini sarat adu ketahanan mental gw dengan cuaca tidak bersahabat yang terus mengintai.

Tepat pukul 19.00 WITA, gw sampai di sebuah masjid di Kintamani. Masjid langka di jalur ini. kebetulan ada warung sate, akhirnya gw makan (setelah dari malam sebelumnya) semangkuk gule kambing menghangatkan badan di cuaca dingin berhujan ini. lama sekali gw ceritaceriti dengan si ibu pemilik warung, hanya mereka ternyata komunitas muslim yang ada di daerah ini. masjid selanjutnya berjarak 30 Km di depan kata seorang polisi yang juga ikutan ngegosip.

Taukah kalian kekonyolan apa yang gw buat sejauh ini ? gw lupa di Bali waktu beralih WITA ! memasuki waktu magrib (udah pulih dari time-lag ceritanya) banyak sekali anak kecil penasaran yang malu-malu mengintrogasi gw. Nuansanya menyenangkan ! 🙂

Berdiskusi dengan beberapa jamaah tentang trunyan, menurut mereka ke trunyan harus naik perahu dan itu ternyata mahal 😥 maka dengan berat hati ngecamp di danau batur dan ke trunyan gw batalkan. Tawaran untuk bermalam di masjid asyik inipun terpaksa gw tolak. Gw harus ngejar ke Lombok hari ini juga.

Perjalanan menuju Bangli sungguh menggila, kabut sangat sangat tebal menyelimuti malam, jarak padang gw bahkan tidak sampai 5 meter. Roda harus terus berputar, merayap perlahan gw terus turun menuju padangbai.

Di Klungkung ada patung besar yang bagus teman

Lelah 15 jam riding, ferry menuju pelabuhan Lembar Lombok telah siap di dermaga. Menanti ferry yang sibuk loading kendaraan pertanyaan gw selanjutnya adalah “di daerah manakah gw tidur malam ini ?” jelas badan tidak lagi sanggup untuk riding. sms seorang kawan yang tinggal di Lombok daerah mana kiranya yang cukup safe untuk bermalam, jawabannya sungguh mengejutkan;

Gw : “boi, Lombok aman enggak ?”

Temen : “kau jadi enggak ke Lombok ? aku udah pulang kemarin lusa”

Alhamdulillah ! tadinya temen gw ini bilang dia belum di Lombok, ternyata takdir tuhan siapa yang tau.

Gw : “jadi boi, ini gw mau main ke rumah bole ?”

Temen : “santai lah, gampang, kapan mau ke sini ?

Gw : “ini di ferry, menuju lembar”

Temen :  “lho, udah deket tho, berapa orang ?”

Gw : “sendirian aja boi”

Temen : “oh, naik bis ? dari mana ?”

Gw : “ enggak kok, gw bawa motor hhe,”

Temen : “ What ?!”

Begitulah, mengabiskan lelah gw tidur pulas selama di ferry. Lima jam di lautan akhirnya pukul 03.00 WITA ferry berlabuh di pelabuhan Lembar.

Janjian di terminal kota Mataram, membawa gw tersesat hingga ke dalam terminal. Definisi terminal dalam bayangan gw enggak singkron dengan realita ternyata. Jadilah tragedi itu terjadi. di tengah gelap gulita terminal gw yg tertidur di kepung selusin anjing penasaran ! untungnya klakson Hanna cukup ampuh mengusir mereka. Hiii…

See ya di catatan besok, jelajah Lombok baru saja di mulai !

Keep roll your engine !

Iklan
Categories: Long Trip | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: