Lonerider, you’ll never ride alone, Day 5 : Let’s Rock’ n Ride !

Memulai hari di pukul 07.00 WITA pagi yang bersemangat gw dan kawan melaju menuju sebuah pasar lokal yang masih berada di kawasan Sekarbela, kali ini tujuannya membeli oleh-oleh yang udah naksir sejak awal gw sampai di pulau ini. pasar yang ramai dengan banyak sekali cidomo parkir membuat lalulintas menjadi agak hectic

Setelah selesai belanja “oleh-oleh” kami menyempatkan diri berputar-putar di daerah kota tua Ampenan. Arsitekturnya udah banyak yang berubah, napaknya kota ini bekas pecinaan dilihat dari modelnya dan terdapat di hulu sungai. Sekarang di kawasan ini banyak Pengerajin emas dan perhiasan yang gw temui. pagi ini gw hanyalah pillion, maka perjalanan bebas salah arah 😀

Apasih yang gw beli ? karena dari awal mendarat di Bali gw udah naksir berat sama pure-pure yang harumnya sungguh membuai itu maka..

kayaknya kalo di masjid bole di pasang beginian gw bakal rajin sholat ke masjid deh 😀

 

Pukul 11.00 WITA setelah memandikan Hanna dan bepamitan dengan menolak banyak sekali oleh-oleh pemberian tuan rumah (udah penuh banget motor gw) Gw dan Hanna mengaspal menuju pelabuhan lembar. Thankyou for your hospitality Fan !

Kalau saat keberangkatan gw terlalu lelah untuk mengeksplore Ferry yang gw tumpangi maka siang itu gw punya lima jam untuk memandang dan ngobrol kemana saja gw pengen. What a nice life, thanks God

haha, yang gw tujukin toiletnya ya, bukan si bapak yang pipis

Ferrynya bagus, terawat dan dingin lho. Mas ABK bilang buatan tahun 2000-an dengan mesin ganda dan 4 propeler.

Benar saja, 2,5 jam ferry yang gw tumpangi sudah masuk pelabuhan padangbai !

Mulut gw udah linu mengelaborasi berbagai bekal, memuntahkan ribuan kata dan topik dengan banyak orang serta kaki melangkah sekian kilometer thawaf menunggu ferry ini merapat ke dermaga. Nunggu merapat ternyata habis 2,5 jam juga. Akhirnya sama aja deh waktu tempuhnya dengan naik ferry biasa 

Pukul 19.30 WITA gw sudah berada di lingkar luar Denpasar CMIIW, atara bingung mau kemana dan mau ngapain gw di Denpasar nanti. Harapan gw sebenarnya bisa merapat di Bali sore hari

Akhirnya jadilah gw sampai pantai sanur di malam hari. Tiada lagi pemandangan laut yang tersisa selain gemuruh debur ombaknya dan banyak speedboat yang tertambat di pinggir pantainya. Sinar rembulan mengkhianatiku malam itu. Tersisalah gw yang sendirian nontonin para bule yang asyik ngobrol di cafe dan pasangan pacaran di pinggir pantai. Nasib pemuda yang menggelandang..

Akhirnya gw lanjut ke Kuta. Dengan licik malaikat regional Bali bersekongkol dengan matahari dan gelombang laut untuk menggagalkan rencana besar gw di pantai Kuta. Nontonin bule yang berjemur ngeliat sunset. Hahaha, tega dah. Sayakan masi bujangan masa enggak bole juga sih

Satu pertanyaan bodoh yang masih tersisa sampai hari ini adalah: Pantainya sebelah mana sih ?!

jangankan di pertemukan dengan bule berjemur, pantainya aja gw enggak di kasi liat. Jadilah di malam yang tidak tepat itu Kuta hanya gw habiskan dengan mengitari Legian beberapa kali. Parkir dengan banyak barang tidak safe. Pukul 21.00 WITA ? yang shopping udah pulang, yang clubbing belom dateng. Sip.

Karena mood udah gak asik dan duit makin terbatas rencana bermalam di Denpasar gw batalkan. Buat kalian yang menggelandang, di Denpasar ada beberapa masjid dan SPBU besar yang gw temui. Juga pos ronda di perkampungan masyarakat. Take it easy buddy 😉

 

Let’s Rock’ n Ride !

Tadinya seorang bapak yang gw temui di ferry ngajakin gw makan di rumahnya aja, gw menolak berhubung pasti ngerepotin. Jadilah dia mengarahkan gw untuk makan di daerah … (sayangnya gw lupa namanya) di Denpasar. Ini daerah pemukiman, jadi lebih murah dari pusat wisata.

Gw makan di “RMP. Minang Permai” highly recomended. Halal, bersih, enak, banyak dan relatif murah.

Cukup lama beristirahat di sini akhirnya memunculkan ide gila. Mulai malam ini gw riding nonstop sampe Jogja ! So, let’s Rock’ n Ride !

PLEASE, apa yang gw ceritakan setelah ini jangan di tiru ya. Sangat berbahaya dan berresiko tinggi.

Pukul 22.30 WITA gw meninggalkan Denpasar melibas jalur selatan Bali. Di daerah Badung akhirnya ujian itu di mulai, hujan rintik-rintik

Hanna melaju stabil di 75 Kpj, malam itu jalan begitu lengang, tidak banyak kendaraan yang gw temui. Riuh keramaian kota modern perlahan mulai berganti perkampungan Bali yang indah penuh dengan berbagai ornamen dan sesaji. Sesekali cipratan dari air yang menggenang dan klakson kendaraan dari arah depan membuyarkan kenikmatan alunan lagu yang keluar dari mp3 player yang setia menemani perjalanan anak manusia ini

Hujan lebat sempat beberapa kali meninggi intensitasnya malam itu memaksa gw menepi agar riding gear tetap nyaman di pakai. Berlama-lama menunggu reda. Tertidur di sebuah SPBU dan di pinggiran sebuah ruko yang horrornya di kalahkan rasa kantuk yang membayangi.

Perjalanan berteman rintik hujan di jalur Tabanan-Negara melewati hutan lebat diselingi banyak kelokan tajam yang beberapa kali hampir membuat gw celaka. Tidak banyak kendaraan searah yang gw temui. Kebanyakan bus dan truk datang dari arah Jawa

Riding saat itu adalah pertempuran antara endurance fisik, mental dan alam. bertarung dengan gempuran hujan selama berhari-hari sepanjang perjalanan ini bukanlah perkara mudah ternyata. Kelelahan gw akhirnya berjodoh dengan Masjid “Misykatul Huda” di daerah Negara. Tidak ada ramah tamah, tidak ada mandi dan lepas riding gear. Gw tertidur dengan pulasnya..

Pukul 03.30 WITA setelah 1,5 jam dead sleep badan dan pikiran yang kembali segar kembali melaju di atas Hanna mneggerus aspal yang tersisa menuju Padang bai.

Akhirnya gw sampai di gapura ini lagi, Alhamdulillah

karena banyak brother yang take poto pas nyampe di sini, jadi gw pas pulang aja deh :p

 

Ferry yang merapat kembali memunculkan rasa syukur dan tidak percaya. Gw baru saja mengelilingi dua pulau yang sama sekali asing selama hidup gw. Sendirian. Ya, sendirian.

Jawa, aku pulang keperaduan

Melepas rindu kembali menandur harapan

Hilang di telan mega terlelap dalam buaian senja

Jawa, aku pulang kepangkuan

Iklan
Categories: Long Trip | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: