Lonerider, you’ll never ride alone, Day 6 : Actually, This only the beginning – END

Tanpa membuang waktu selepas ferry merapat di pelabuhan Ketapang kembali perjalanan gw lanjutkan. Pagi yang cerah menambah semangat berkendara. Tengah asyik menikmati sejuknya hutan Baluran dan jalannya yang muluws berkelok-kelok laju gw di hentikan oleh

mereka yang sedang sibuk arisan dan silaturahmi nampaknya. Untungnya paguyuban monyet yang sedang asyik berjemur itu mau minggir. Jadilah beberapa buah jeruk yang belum sempat termakan gw berikan sebagai cideramata persahabatan. Hihihi,

Memasuki Bondowoso PLTU Paiton kembali gw lewati. Ternyata tidak sebagus pemandangan di malam harinya yah,

Jalanan Jawa timur cukup ramai di siang terik kala itu, jangan lupa tetap perhatikan kondisi tubuh dengan banyak minum air

Riding nonstop dari siang hari kemarin salah satu kuncinya adalah kecepatan berkendara yang konstan dan sebisa mungkin gw memaintain body health. Badan silahkan lemas, tetapi mata gw larang ngantuk. Caranya ? silahkan berdiskusi dengan mata masing-masing 😀

Pukul 14.00 WIB perut sudah tidak lagi mau berkompromi dengan rasa lapar yang merongrong. Akhirnya di daerah Gempol gw kembali beristirahat di RM. Lumintu. Tempatnya bersih habisnya

Di tengah cuaca panas terik yang menggila, arakan awan berparade dengan indahnya. Langit adalah kanvas, dan gumpalan awan adalah catnya sedangkan angin yang berhembus menjadi kuasnya. Meluksikan apa saja setiap saat dan waktu semau-mau Dia

Perjalanan pulang entah mengapa selalu terasa lebih cepat daripada pergi, kenapa selalu begitu ya ?

Sampai kembali di pulau Jawa tidak terjadi touble apapun pada Hanna kecuali frame silindernya yang bengkok saat terjatuh di Lombok. Yang menjadi ganjalan, sejak saat itu selalu terdengan bunyi listrik yang konslet. Tetapi tidak dapat gw temukan darimanakah asalnya

Karena hari beranjak malam, maka gw beristirahat sejenak untuk sholat dan mandi di sebuah masjid di daerah Caruban. Sebaiknya berilah jeda istirahat sejenak saat senja. Agar mata dan suasana psikologis kita siap menyambut malam hari

Sholat dan mandi, badan dan pikiran kembali segar. Inspeksi motor sebelum berangkat akahirnya membuahkan hasil, bunyi konslet listrik ternyata datang dari kabel busi kanan yang putus. Setelah di perbaiki semua kembali normal. yeyeyey,

Riding nonstop masih terus gw lanjutkan, jalanan yang begitu ramai oleh bus berkecepatan tinggi di Jawa Timur kembali kalem saat memasuki Jawa Tengah. Gw masuk Jateng dengan di sambut hujan yang kembali membasahi semua riding gear yang sempat kering terpapar terik mentari siang tadi.

Perjalanan menjadi amat berat memasuki daerah Sragen. Saat ambil uang, sarung tangan dan kartu ATM gw ketinggalan ! hedeh, jadilah di tengah hujan gw riding dengan sekujur tubuh basah kuyup hingga Yogyakarta. Menggigil kedinginan dan perut kelaparan di sambut hangatnya kamar kos tercinta dan beberapa kotak nasi yang gw beli di jalan

Lonely ? You’ll never ride alone brother,

karena perjalanan adalah

guru tanpa jasad,

kitab tanpa aksara,

puisi tanpa sastra,

cinta tanpa kata,

ilmu tanpa buku,

nada tanpa suara,

Next ? hihihi, ini hanya permulaan !

keep roll your engine!

Iklan
Categories: Long Trip | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: