Menyesali Sepi

Coccinelle

Mentari tak pernah bicara cinta,

namun ia menahan pedih membakar dirinya,

demi menyinari bumi

 

Rembulan tak pernah bicara cinta,

namun ia melawan takut membersamai bumi di malam yang gelap gulita

 

Angin tak pernah bicara cinta,

namun ia sibuk berhembus kesana-kemari,

menggiring awan demi sejumput hujan

 

Awan tak pernah bicara cinta,

namun ia  sesak menggelembung,

demi mengepul uap air yang melolosi udara

 

Air tak pernah bicara cinta,

namun ia lincah berkejaran,

nun jauh dari hulu mengembara hingga ke hilir

 

Samudera luas tak pernah bicara cinta,

namun ia sibuk menjamu segala apa yang datang kepadanya,

lantas memaafkannya

 

Gunung gemunung tak pernah bicara cinta,

namun ia bergeming dari segalanya,

memastikan bumi bersimfoni pada porosnya

 

Pepohonan tak pernah bicara cinta,

namun ia melulu menghadiahi kita bebuahannya,

tiada peduli dilempar dan tersakiti

 

Ilalang tak pernah bicara cinta,

namun ia terus bertumbuh menemani dimana bumi sepi,

walau melulu terusir pergi

 

Abaikanlah cinta yang sunyi,

maka engkau akan menyesalinya nanti

Rizky al Musafir

Yogyakarta, 2013

Iklan
Categories: Oil Pastels | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: