Pulsar 220f TWO year review !

Garang sekali rasanya waktu melibas hari-hari, nyaris tidak terasa sudah dua tahun ini Hanna Krupskaya, Bajaj Pulsar 220f menemani keseharian. Odometer menunjukkan 26.xxx Km saat memasuki umur dua tahun. Walaupun tulisan ini terlambat beberapa bulan untuk di posting –rumah di kota besar tidak menjamin koneksi internet antilelet. Apakah setelah dua tahun Hanna si Pulsar ini masih menunjukkan taringnya ? atau mulai ompong dan merengek manja layaknya para artis bollywood negeri kelahirannya ? yuk, kita ulas bagaimana performa motor ini setelah dua tahun pemakaian 🙂

Setelah dua tahun bersama alhamdulillah Pulsar 220 ini belum banyak menyusahkan. Dengan service rutin dan masih menggunakan Motul 3100 gold suara mesih Hanna masih tergolong smooth. Penggunaan Octan Boster Norival secara uji psikologis memang saya rasakan pengaruhnya pada performance mesin, tapi untuk uji teknis saya belum bisa buktikan sampai motor ini di service besar yang rencananya beberapa ribu kilometer lagi. Hingga 26.xxx Km parts yg sudah di remajakan diantaranya Rantai belakang dengan indoparts Tiger, satu karet tromol, busi biasa dan platinum sudah habis tiga pasang, kampas rem depan belakang, dan sepasang ban michelin pilot sporty menggantikan ban bawaan pabrik. Seingat saya hanya parts diatas yang sudah di remajakan.

Modifikasi yang saya lakukan pada Hanna dua tahun berjalan tergolong minimalis. Produk kosmetik motor hampir tak terpasang secuali tambahan windshield di batok, konversi dari stang jepit ke stang model bar dan pemakaian frame silinder. Buat saya estetika harus juga mendukung fungsi, keamanan, kenyamanan dan jangan mengganggu performa motor. Penggantian stang model bar milik Byson yang menggunakan raiser keluaran mas RH ternyata hanya betahan hingga 22.xxx saja. Selepas kepulangan saya dari lombok raiser mas RH ternyata sudah crack halus dan ambrol berkeping-keping tidak lama kemudian. Alhamdulillah kejadiannya di parkiran, bukan saat riding. Sekarang saya tetap menggunakan stang Byson & raiser baru yang saya beli dari KASKUS. Semoga awet

Sektor mesin, mesin full standar saya belum juga sukses menemukan settingan karburator yang tepat. Sisa pembakaran di busi masih beraneka warna tiap saya setting ulang karburator. Sekalipun demikian mesin yang apinya di pantik dari dua koil protech v3 ini belum banyak mengalami perbahan dari konsumsi gasoline. Masih di sekitaran 33-38 km/l dalam kota & 40-45 km/l luar kota.

Sementara itu di sektor rangka & body, gossip seputar rangka pulsar yang selama ini beredar mulai tampak. Cat sedikit terkelupas & karat mulai tampak di las sambungan rangka di beberapa tempat. Parah banget emang ini sih, masih lebih rapih welding anak SMK Indonesia. Masih bisa di sembuhkan dengan cairan penetran & anti korosif. Cat di body masih bisa terawat dengan cukup baik. Saya sebenarnya ingin melakukan detailing polished, tapi karena ribet dan agak mahal jadi di KIT saja cukup, hehe

Yang cukup menurun drastis performance-nya dua tahun ini saya rasakan adalah suspensi. Baik depan maupun belakang. Hobby cornering nampaknya banyak memberikan stress pada suspensi hingga menurunkan kualitas rebound-nya. Berhubung saya kurang paham mensetting ulang suspensi, sampai saat ini saya belum melakukan apapun untuk menanggulanginya 😀 selain suspensi yang sering membuat jengkel adalah accu. Accu Hanna mudah sekali turun tegangannya. Penyakit paling sering adalah bodycom stater tidak hidup. Harus sedikit di dorong untuk menghasilkan induksi listrik memantik bodycom stater-nya

Terakhir, sepulangnya saya kembali ke Yogyakarta saya yang kurang fit pada saat itu skid dan meluncur bebas di aspal. Alhamdulillah tidak terjadi luka serius selain beberapa memar, lecet dan robek di beberapa tempat –haha, yang seriusnya gimana ? Hanna crash dengan tiang listrik dan trotoar hingga bodynya remuk di beberapa bagian

https://lh4.googleusercontent.com/-NfY8E3XzY5A/UjumBKTEKCI/AAAAAAAABU0/3F_yqx4dVC4/s640/DSCN7418-tile.jpg

https://lh4.googleusercontent.com/-ay2N5rUVGE0/UjuoUIQ8JsI/AAAAAAAABVw/xJndeWuJyOE/s640/DSCN7426-tile.jpg

(ehm, ada yang bisa bantu saya memunculkan dua gambar di atas ? tak otakatik enggak munculmuncul ~.~)

Untuk sebuah motor dengan cc menengah motor ini masih cukup asik menemani saya selama ini. berhubung Kawasaki Z250 dan Kawasaki Pulsar 200ns udah keluar dan sebentar lagi Tiger injeksi sebaiknya untuk yang punya uang lebih menunggu dengan sabar kehadiran mereka atau anda harus siap sabar dan telaten hunting spareparts Bajaj Pulsar all variant seperti yang sekarang saya alami dan semua rider Pulsar

salam, tetap sehat dan semangat ! 🙂

Iklan
Categories: Pencilcase | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “Pulsar 220f TWO year review !

  1. CrimsonWolf220

    mantap om roni…kapan kita riding bareng lagi nih…??? 😀

    • Berangkat JAMNAS mboten om ? kalo jadi ikut dan yogya sepi aku bareng semawis bole ? hhe,

      • CrimsonWolf220

        sepertinya yg berangkat cuman raka sama pak kechap, aku absen dulu om, ada acara kelaurga…silahkan kalo mau gabung, malah kami berterima kasih raka ada temennya

  2. CrimsonWolf220

    sparepart pulsar????? temen2 CJRH ada yg jadi stokis tuh, jangan takut…butuh sparepart hubungi saya 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: