Langsiran Sepur

Train

Aku hanya ingin berdiri beberapa saat saja di pintu gerbong itu, menikmati pias angin malam yang tercampur bau asap disel lokomotif dari celah sempit pintu kereta. Mengobati keriduan badan pada malam. Dan yang terjadi; para pramusaji, security dan inspektur karcis sepakat bersekongkokol dengan hembusan Air Conditioner apek yang tak sampai 1/4 PK itu mengusirku dari satu gerbong ke gerbong lain. Memperhinakan nurani angin bumi. Lantas, paru-paruku di desak, di paksa menghirup angin kondensor sepanjang sisa malam without no excuse.

Kalau interaksi-interaksi kita melulu begini, jumud juga rasanya. Pertemuan antara peran-peran kita, yang sering kali terkoneksi atas nama jejaring profesi itu. Hubungan kita diambang dilema, tersekat professionalisme petunjuk teknis dan standard operating procedure. Aku dan kamu menjadi begitu kaku. Kita yang manusia menjelma simbol, berhenti menjadi kulifikasi seorang penumpang dan petugas kereta. Gagal untuk berinteraksi nature, lentur & sewajarnya saja. Pertemuan dan interaksi kita menjadi begitu banyak dihabiskan menyelesaikan tirakat manners artifisial saja. Akhirnya aku gagal berbincang denganmu, dengan rempelo jiwomu. Aku tidak lagi mengenalmu, tidak lagi tahu khabar mu. Memang makin sering aku mendengar progress dan capaian prestatifmu, tetapi itukan bukan kamu.

Jikalau keadaan ini masih terus berlangsung: Pudarlahlah manusiamu, tertinggal profesimu dan engkau yang alat produksi

Rizky Al Musafir

                                                                                                                                              Malioboro express, 2013

Iklan
Categories: Pencilcase | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: