Kelambu Aurat

Arabic Hijab

Sayangku,

Berhijab adalah sebuah kewajiban hakikatnya. Tinggal kapan kita di bimbing oleh Allah mendahulukan penggunaan piranti sofware nurani kita yang bernama iman itu untuk mematuhinya mendahului akal. Karena fondasi dasar iman itu percaya, yakin dan manut. Titik. Sementara nurani membubung tinggi ke cakrawala, akal hanya tertinggal di tanah dunia. Berpijak pada landasan rasio, nalar, fakta dan data. Sayangnya tanah tempat kita berpijak itu dengan mudahnya bisa terguncang, longsor dan di hancurkan. Sementara iman adalah cahaya yang menyusup kemana saja. Takbisa di tangkap dan mustahil di lukai.

Sayangku,

Jangan engkau terlampau takjub jika ada seorang perempuan berhijab begitu santun di kehidupanmu. Terjaga perilaku dan hidupnya. Juga jangan engkau terkejut jika dalam hidupmu bertemu perempuan berhijab yang perilakunya nakal luar biasa. Jika aku ibaratkan, seorang murid kewajibannya bersekolah. Maka perempuan adalah seorang murid dan hijab sebagai sekolahnya. Berbagai macam murid dengan segala perangainya dapat kita temukan di sekolah. Ada yang biasa saja, ada yang gemar melanggar, usil juga bodoh dan tentu ada juga yang baik dan cerdas. Para murid cerdas akan menghiasi identitasnya sebagai murid dengan banyak belajar dan memahami banyak pelajaran.

Sayangku,

Mereka murid cerdas menyadari dalam lingkaran kebersyukuran bahwa “pemaksaan” yang dilakukan kepadanya sebagai murid bukanlah tiada berguna. Para murid cerdas tahu bersekolah pasti di hadang berbagai ujian dan godaan, maka mereka berbenah dan mempersiapkan diri. perempuan cerdas mensyukuri “pemaksaan” Tuhan itu dengan menghiasi hijabnya. Hiasan yang tidak berhenti daripada badan yang seringakali menipu. Karena sayangku, kini banyak sekali manusia yang demi beberapa lembar uang, segenggam popularitas dan bahan kekuasaan akan tega mengatakan kepadamu “Inilah yang hijab syar’i ! kau harus mengikutiku atau kau akan celaka !” yang lain berkata “ini hijab yang modern dan trendy ! kau harus mengkutiku agar kau tak di cap fanatik !” dan segala ajakan lainnya yang begitu menggoda untuk diikuti kaum perempuan.

Sayangku,

Perempuan cerdas akan kembali menghiasi hijabnya dengan perhiasan sejati. Mengembalikan segala fatwa akan bimbang dan ragu dalam perjalanan kehidupannya kepada akal dan nurani, bukan keinginannya. Ia mengalungkan untaian permata iman di dadanya, mengenakan rasa malu sebagai pakaian kesehariannya dan bermahkotakan taqwa perangainya. Tutuplah buku masa lalu, berikanlah pada Ia sang penerima taubat di atas sajadah cintamu.

Sayangku,

Jangan takut dan bersedih ! Berjalanlah dengan tegar dan berani. Sebagaimana Ibunda Fatimah az-Zahra tercinta mengajarkan kepada kita semua.. Amin, Allahumma amin

Teruntuk Adinda tercinta, selamat memulai perjuanganmu !

Rizky al Musafir

Yogyakarta, 2013

Iklan
Categories: Oil Pastels | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: