Pencilcase

Ayat Ayat Obesesi

Sram Sprinter 4

Baca lebih lanjut

Categories: Pencilcase | Tinggalkan komentar

Kain Kafir

 

101st Floor

Baca lebih lanjut

Categories: Guk Majnun, Pencilcase | Tinggalkan komentar

Mensholati Demokrasi

knight

Baca lebih lanjut

Categories: Guk Majnun, Pencilcase | Tinggalkan komentar

Bakti Bumi

Namche Bazaar

Baca lebih lanjut

Categories: Pencilcase | Tinggalkan komentar

Sanggar Ngomong

Sunny!!!!

Baca lebih lanjut

Categories: Pencilcase | Tinggalkan komentar

Malu pada kemaluan

procreation

Baca lebih lanjut

Categories: Pencilcase | Tinggalkan komentar

Tsunami !

Sunset on the beach with surfing ocean wave

Sudah dua purnama ini saya tidak posting apapun di blog ini. bukan karena malas, tidak ada bahan atau sedang sibuk, sungguh bukan. Diandra, laptopku, yang menjadi bahan eksperimen rusak. dan entah mengapa sepanjang hidup saya bolak-balik membuat laptop ini menjadi error atau rusak karena eksperimen pribadi baru kali ini saya menyerah. tidak berdaya alias buntu atawa stuck menghadapi kerusakannya. Diandra koleps.

jadilah dengan dengan berat hati dan penuh keharuan Diandra saya hantarkan ia untuk dirawat inap di jasa service laptop. saya sungguh di buat cemas dan penuh harap selama masa penantian. bukan karena apa, sungguh kejadian kali ini terjadi karena keteledoran yang bersumber dari kepercayaan pada diri sendiri yang berlebihan. saya terlalu gegabah untuk tidak membackup data penting di storage di luar harddisk latop.

penantian itupun berakhir, setelah tiga minggu rawat inap -ya tiga minggu, sungguh menjengkelkan- data yang terkena tsunami itu katanya bisa terselamatkan. Diandra kembali saya jemput dengan perasaan sumringah. Diandra menjadi lebih prima dengan peremajaan operating systemnya dan data saya kembali katanya.

namun sekali lagi, saya berekspektasi berlebihan pada ekspektasi saya sendiri. semua data penting terselamatkan, tetapi rusak ! si tukang laptop hanya mengubur kesedihan awal saya dengan harapan kosong yang malah menindih saya dengan lebih menyakitkan. ini seperti mengabarkan korban hilang yang lalu diketemukan. “sanak saudara anda berhasil kami ketemukan ! tetapi yang tertinggal hanya mayitnya…”

biaya yang keluar tidak sedikit, namun hasil akhir Diandra yang tidak seperti kesepakatan awal menjadi penyempurna ijab kabul saya menikahi rasa kesal. sangat banyak video tutorial, koleksi komik dan yang paling menyesakkan; folder yang menjadi semacam perpustakaan pribadi saya yang berisi sangat banyak tulisan dari berbagai jurnal dan penulis sastra maupun ilmiah interstudi, suluk-suluk kuno yang sudah saya salin ke format digital yang menemukan manuskrip aslinya saja mbikin saya pusing, kitab-kitab klasik yang lagi-lagi entah kapan bisa kembali dipertemukan dengan kitab aslinya, sukur format digitalnya, catatan pribadi dan tentu saja. beberapa folder lain yang berisi embrio skripsi saya untuk segera menyelesaikan dunia S1 yang semakin tidak menarik.

dari sekian banyak tulisan saya baru ini rasanya menulis tentang dia yang selama ini saya gunakan untuk menulis. dan baru belakangan saya menyadari kepada Diandra sekalipun saya harus banyak berterimakasih. sungguh ini saya tulis bukan karena ingin mewartakan perasaan saya yang tergores, tulisan ini semata-mata saya peruntukkan agar di masa yang akan datang jikalau saya mulai pongah dengan eksistensi diri sendiri saya kembali bisa membaca tulisan ini agar juga berterimakasih dan bersyukur pada apa saja yang ada di sekitar saya

Salam, Rizky al Musafir dan Diandra Avifa ­čÖé

Categories: Pencilcase | 1 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.